Banyak Usia Produktif Buta Huruf, Cirebon Jadi Tempat Seminar Keaksaraan


ANTUSIAS: Warga Muslimat NU Kabupaten Cirebon mengikuti seminar keaksaraan. | Foto: MNU Online

MNU Online | CIREBON – PP Muslimat NU bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud RI, menggelar kegiatan seminar bertema “Bimbingan Teknis Dalam Rangka Pengembangan Model Pendidikan Keaksaraan yang Berkarakter”.

Seminar berlangsung di Gedung PGRI Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (16/9), diikuti 75 orang peserta yang semuanya tutor keaksaraan baik dari PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) maupun majelis taklim Muslimat NU di seluruh Kabupaten Cirebon.

Jawa Barat dipilih sebagai lokasi seminar karena merupakan daerah ketiga tertinggi di Indonesia untuk angka buta huruf.”

Ada empat hal yang dibahas dalam kegiatan ini. Pertama soal kebijakan pemerintah dalam pendidikan keaksaraan. Kedua, model pembelajaran keaksaraan yang efektif. Ketiga, peningkatan melek aksara melalui pembelajaran berbasis budaya lokal. Keempat meningkatkan peran majelis taklim dalam kegiatan pembelajaran keaksaraan.

“Jawa Barat dipilih sebagai lokasi seminar karena merupakan daerah ketiga tertinggi di Indonesia untuk angka buta huruf, sedangkan Kabupaten Cirebon menjadi salah satu wilayah di Jawa Barat yang memiliki banyak penduduk usia produktif yang buta huruf,” tutur Dr Sri Mulyati MA dari PP Muslimat NU.

Seminar dihadiri Kasi Pendidikan Keaksaraan, Johan Winarni selaku wakil dari Kemendikbud RI sekaligus sebagai nara sumber. Lalu wakil ketua DPRD Kabupaten Sumber, pejabat Diknas setempat, Nani Muharohmah mewakili PW Muslimat NU Jabar serta PC Muslimat NU Kabupaten Cirebon. Nara sumber lain berasal dari Diknas pusat, Diknas setempat, praktisi PKBM serta Sri Mulyati. ♦ lul

Baca juga

Surga dalam Persepsi Manusia

Oleh: Dra Hj Mursyidah Thahir MA | Ketua III PP Muslimat NU SETIAP umat apapun …

Watch Dragon ball super