Harlah ke-71 – PCMNU Kab Mojokerto

Berjuang di Muslimat NU Terasa Ringan Berkat Ridha Keluarga, Terutama Suami


IKHLAS BERJUANG: Ketum Hj Khofifah IP di tengah ribuan warga Muslimat NU Kabupaten Mojokerto, Minggu (14/5). | Foto: MNU Online

MNU Online | MOJOKERTO – Berjuang di Muslimat NU tidaklah mudah. Butuh kemandirian dan keikhlasan yang tinggi, serta semata-mata demi mencari ridha Allah Swt. Tapi semua itu akan terasa ringan berkat keikhlasan dan ridha keluarga, terutama suami.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada ibu-ibu semua, yang selama ini telah berjuang luar biasa di organisasi ini,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi saat memberikan taushiyah pada Harlah ke-71 yang digelar PC Muslimat NU Kabupaten Mojokerto di Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (14/5).

(Baca: Mertua Khofifah Berpulang, Muslimat NU se-Indonesia Berbelasungkawa)

Harlah yang dirangkai dengan Pengukuhan Laskar Anti Narkoba serta santunan untuk lansia dhuafa itu dihadiri tak kurang dari 3.000 jamaah. Hadir pula Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Syihabul Irfan Arif; Ketua PW Muslimat NU Jatim, Dra Hj Masruroh Wahid MSi; serta tokoh agama dan masyarakat.

Khofifah melanjutkan, tugas Muslimat NU tidaklah ringan. Tapi, insyaalah, dengan keikhlasan semuanya akan mengantarkan sukses, berkah dan manfaat perjuangan Muslimat NU untuk umat, warga masyarakat bangsa serta negara.

“Dan itu pasti atas izin keluarga, terutama suami. Sampaikan salam hormat saya kepada keluarga dan suami yang telah memberikan izin, ridha dan ikhlas kepada ibu-ibu semua untuk berjuang di Muslimat NU,” katanya.


IKHLAS BERJUANG: Ketum Hj Khofifah IP, perjuangan di Muslimat NU yang berat terasa ringan berkat keikhlasan dan ridha keluarga, terutama suami. | Foto: MNU Online

Insyaalah semuanya dicatat Allah Swt sebagai amal saleh. Mudah-mudahan semua menjadi perantara yang memudahkan kita menuju surga Allah Swt. Amin.”

(Baca: Era Medsos, Hati-hati dengan Jari-jari dan ‘Tukang Goreng’)

Untuk memperkokoh perjuangan, dalam kesempatan tersebut, Khofifah men-tajdid (memperbarui) semangat ibu-ibu Muslimat NU. “Saya tanya, apakah panjenengan ikhlas berjuang di Muslimat?” kata Khofifah yang dijawab jamaah, “Ikhlas!” Untuk penegasan, pertanyaan itu disampaikan Khofifah sampai dua kali.

Di ujung acara, secara khusus Khofifah memberikan cindera untuk mata warga Muslimat NU yang berusia di atas 70. Pembagian cindera mata diiringi shalawat yang diikuti jamaah lainnya.• nur

Baca juga

Tak Hanya Ilmu Agama, Santri Perlu Kuasai STEM

MNU Online | PROBOLINGGO – Hari ini pekerjaan rumah kalangan pesantren terkait keumatan sangat banyak …

Watch Dragon ball super