Home » SOSOK »


Khofifah : Gus Dur Energi Penggerak

gus-dur-kip

JAKARTA-Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa adalah salah satu tokoh yang punya banyak kenangan bersama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurutnya, Gus Dur adalah sebuah energi yang selalu menggerakkan emosi, pikiran, dan kekuatan, baik yang pro maupun yang kontra.
“30 Desember 2013, empat tahun lalu, Gus Dur meninggalkan kita, meninggalkan republik ini. Kepada yang pro, Gus dur tidak memuji-memuji dan menganakemaskan, kepada yang kontra Gus Dur tidak menyakiti ataupun membenci,” kata Khofifah, di Jakarta, Senin (30/12/2013).
Ia mengungkapkan, kepada pihak yang memurtadkan pun, Gus Dur tak pernah sekalipun menyerang atau memurtadkan balik. Beliau memilih diam. “Suatu saat kebenaran akan terungkap,” katanya.


Semasa masih menjadi politisi PKB, Khofifah mendapat banyak kepercayaan dari Gus Dur. “Gus Dur memberi kepercayaan yang banyak kepada saya, mulai dari Ketua DPP PKB, wakil Ketua DPR-RI, menteri saat beliau presiden. Bahkan tim lobby saat beliau digoyang dari kursi kepresidenan,” katanya.
Saat Gus Dur masih menjadi presiden, setiap pagi Khofifah setia mendampingi Gus Dur. “Setiap sehabis shubuh saya sudah pasti berada di rumah beliau untuk membacakan berita-berita terbaru terutama online. Gus Dur pernah berucap “betapa tebalnya media tersebut sehingga muncul berita beraneka ragam”. Yang sangat sulit dilupakan, saat beliau terpilih menjadi presiden RI tahun 1999,” katanya.
Saat itu, katanya, sebagai Sekretaris Fraksi MPR-RI, Khofifah mendapat tugas menyiapkan 5 surat untuk 5 calon cawapres. “Sampai akhirnya lewat tengah malam saya diinstruksikan untuk mendaftarkan Ibu Megawati Soekarno Putri sebagai cawapres yang diusung fraksi PKB MPR-RI,” jelasnya.
Akhirnya, kata Khofifah, pagi sekitar jam 06.00 WIB, Khofifah sendirian mendaftarkan Megawati sebagai cawapres yang diusung fraksi PKB MPR-RI. “Alhamdulillah, akhirnya Ibu Megawati terpilih sebagai Wapres mendampingi Gus Dur periode 1999-2004,” katanya.
Sayangnya, pasangan tersebut tidak sampai tujuan. Di tengah jalan Gus Dur dijatuhkan oleh MPR-RI. “Bu Mega akhirnya jadi presiden RI. Kini, banyak orang ingin seperti Gus dur. Tetapi gus Dur sendiri selalu pesan, be your self, seringkali ditambahkan and do the best,” terangnya.
Artinya, kata Khofifah, Gus Dur ingin semua orang punya jatidiri. Bukan menjadi diri orang lain. “Termasuk tidak ingin kita menjadi seorang Gus Dur, karena itu memang tidak mungkin,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, Indonesia akan menjadi bangsa besar, mandiri dan kuat, jika jati diri bangsa dijaga dan dikuatkan melalui kedaulatan politik, kedaulatan ekonomi, kedaulatan budaya, dan lebih terpenting lagi adalah kedaulatan pikiran.
“Gus, sebagai anak bangsa kami akan terus memperjuangkan cita-cita republik ini, sehingga bangsa ini menjadi bangsa besar seperti yang engkau pesankan,” pungkasnya.mil

Baca juga

Nyai Sholicah Munawaroh Wahid Hasyim: Tokoh Muslimat NU yang Dermawan

                                              Nyai Sholichah | Foto: Istimewa NYAI HJ SHOLICHAH Munawaroh …

Watch Dragon ball super