Harlah ke-71 – PCMNU Kab Mojokerto

Laskar Anti Narkoba Dibentuk untuk Selamatkan Generasi Bangsa


PERJUANGAN DIMULAI: Ketum Hj Khofifah IP memakaikan jaket Laskar Anti Narkoba ke salah seorang anggota laskar. | Foto: MNU Online

MNU Online | MOJOKERTO – Tahun lalu, 15 Mei 2016 di Pendopo Agung Trowulan, Laskar Anti Narkoba PC Muslimat NU Kabupaten Mojokerto dideklarasikan. Hari ini, Minggu (14/5), giliran dikukuhkan lewat rangkaian acara peringatan Harlah ke-71 di Desa Medali, Kecamatan Puri.

Pengukuhan dilakukan Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi yang ditandai dengan pemakaian jaket hitam untuk para komandan laskar. Mereka terdiri dari perwakilan masing-masing PAC se-Kabupaten Mojokerto.

Khofifah menuturkan, Laskar Anti Narkoba menjadi bagian penting dari negeri ini karena dibentuk untuk menyelamatkan negara dan generasi bangsa. “Karena itu para laskar harus tahu dan memahami betapa persoalan narkoba sudah menjadi persoalan dunia,” katanya.

(Baca: Bahagialah Negeri Ini Punya Muslimat NU yang Selalu Ikhlas Mendoakan Bangsanya)

“Sosialisasi saja nggak cukup, hari ini perlu di-riyadhoi. Mohon kalau istighotsah ditambahi doa buat keselamatan bangsa, warga bangsa, warga NU, khususnya warga Muslimat NU.”

Apalagi narkoba begitu berbahaya karena yang dirusak konstruksi otak dan kesehatan jiwa. Makanya, tandas Khofifah, mengkonsumsi sabu 80 persen menyebabkan gila.

Dia lantas mencontohkan sabu jenis Crocodile yang mulai masuk Indonesia sejak empat tahun lalu dan menyebar luas. Kalau dikonsumsi dalam jangka lama, daging akan rontok yang dimulai dari ruas jari dan terus berlangsung hingga daging di tangan ikut rontok pula.


TOLAK NARKOBA: Ketum Hj Khofifah IP bersama anggota Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Kabupaten Mojokerto. | Foto: MNU Online

“Ruas jari dan kulit menghitam lalu mrotoli kayak lepra, tapi wajah dan rambut utuh. Tulangnya mrotol belakangan,” terangnya.

Khofifah pun mengajak ibu-ibu Muslimat NU agar memprioritaskan keluarga sebagai tempat membentuk generasi penerus bangsa.

(Baca: Berjuang di Muslimat NU Terasa Ringan Berkat Ridha Keluarga, Terutama Suami)

“Sesibuk apapun orang tua harus mengawal dan mendoakan anak-anaknya supaya terhindar dari hal-hal negatif seperti narkoba, karena sangat berbahaya dan merusak generasi bangsa,” tandasnya.

Saat ini, katanya, angka masyarakat yang mengalami ketergantungan terhadap narkoba di Indonesia cukup tinggi, mencapai 5,8 juta orang. Sementara uang yang dihabiskan untuk membeli narkoba menembus Rp 72 triliun pada 2016.• nur

Baca juga

Surga dalam Persepsi Manusia

Oleh: Dra Hj Mursyidah Thahir MA | Ketua III PP Muslimat NU SETIAP umat apapun …

Watch Dragon ball super