Liburan Akhir Tahun

Muslimat NU Malaysia Adakan Kem Ibadah, Peserta Bebas Biaya

 SUKSES KEM IBADAH: Peserta kem ibadah, pengurus PCI NU dan MNU Malaysia foto bersama KH Misbahul Munir, salah seorang wakil ketua PP LDNU. | Foto: PCIMNU Malaysia

SUKSES KEM IBADAH: Peserta kem ibadah, pengurus PCI NU dan MNU Malaysia foto bersama KH Misbahul Munir, salah seorang wakil ketua PP LDNU. | Foto: PCIMNU Malaysia

MNU Online | KUALA LUMPUR – Mengisi liburan akhir tahun, Pengurus Cabang Istimewa (PCI)  Muslimat NU Malaysia mengadakan kem ibadah selama 11 hari dan 10 malam (19-28 Desember 2016).

Alhamdulillah, kem ibadah Muslimat NU yang ketiga ini berjalan lancar, anak-anak tidak ada yang cedera atau hal-hal lain yang tidak kita inginkan,” tutur Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Mimin Mintarsih dalam sambutan penutupan, Rabu (28/12).

Selain berjalan lancar, wali murid juga menyambut antusias kegiatan ini. “Durasi liburan yang hampir sebulan rasanya terlalu panjang untuk hanya digunakan bermain-main,” terang salah seorang wali murid.

Kegiatan yang menghabiskan dana sekitar RM 16.000 ini mendapatkan dukungan finansial sepenuhnya dari salah seorang donatur. Karena itu, semua peserta program dibebaskan dari seluruh biaya pendaftaran.

(Baca: Gelar Sunatan Massal, Muslimat NU-Aisyiyah Malaysia Kompak Galang Dana)

Bertempat di area perumahan elit Titiwangsa, berikut fasilitas interior yang cukup memadai, para peserta kem tampak nyaman dan gembira. Jumlah peserta yang membludak akhirnya dibatasi hanya hingga 70 orang. Meski demikian, ada sekitar 10 orang yang pada akhirnya mengundurkan diri.

Para peserta datang dari beragam kalangan, mulai golongan berada hingga mereka yang telantar ditinggal ayah dan ibunya. “Target utama kita sebenarnya adalah  mereka yang pada umumnya belum mendapatkan pendidikan yang cukup layak,” tambah Mimin.

Materi yang diajarkan di antaranya ibadah qauliyyah, ibadah fi’liyyah, tartil Al Qur’an, bahasa Inggris, bahasa Arab dan bahkan Matematika. “Alhamdulillah bapak-bapak dan ibu-ibu, meski sulit diatur, anak-anak ini minimal sudah dapat menghafalkan tiga surat pendek.”

Adapun para pengajar sebagian besar merupakan pelajar pascasarjana International Islamic University Malaysia (IIUM) yaitu Fatimah, Zen Nasruddin Fajri, Nur Shofa, dan Muhammad Abdul Aziz.

(Baca: Idhul Adha, Muslimat NU Malaysia Kurban Enam Ekor Sapi)

Para ibu Muslimat NU juga tampak kompak dalam mengatur akomodasi dan logistik peserta. Jadwal memasak diatur sedemikian rupa sehingga tidak membebani beberapa individu saja.

“Khusus menu, kita selalu berusaha memberikan yang terbaik agar anak-anak tidak bosan,” tutur Mulyasih Bunari, penanggung jawab logistik.

Acara yang sebelumnya diresmikan Ali Murtadlo, perwakilan KBRI, akhirnya ditutup ceramah singkat oleh Ketua Syuriyah PCINU Malaysia, Al Ustadz Liling Sibro Milisi.

“Tugas mendidik ini tidak hanya cukup sampai di sini. Selanjutnya adalah tugas orang tua untuk meneruskan tugas ini, menjaga ibadah anak-anak ini,” tukasnya.

Anak-anak ibarat kertas putih yang masih suci dan bersih. “Karenanya, mereka harus kita isi dengan yang baik-baik,” sarannya kepada para wali murid.• aziz

Baca juga

Ketua Syuriyah PCINU Malaysia Hadiri Buka Puasa Bersama Muslimat NU

MNU Online | KUALA LUMPUR – Demi merapatkan tali silaturahim Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Malaysia, …

Watch Dragon ball super