Pengalaman Bermanfaat dalam Workshop Story Telling

workshop-2

SEJUTA KISAH: Workshop story relling “Merangkai Kata Merajut Kisah” memberi sejuta kisah pada para peserta. | Foto: MNU Online

Catatan: Woro Suryati*

TEMA workshop itu sangat mengelitik nuraniku. Semangatku terbakar untuk bisa mengikutinya, cukup menarik memang, “Merangkai Kata Merajut Kisah”. Tegas tapi lembut, hal itu yang mendorongku untuk mengikuti dan meng-cancel acaraku yang lain.

Aku berharap dengan mengikutinya, kesukaanku corat-coret menulis tentang hal-hal yang terjadi di sekitarku bisa tersalurkan. Biasanya cuma ditulis di diary, tanpa konsep, kerangka, tema dan sebagainya. Siapa tahu selepas workshop ini ada sedikit bakat terpendamku tersalurkan dengan cara yang baik dan benar.

Peristiwa dan kisah sehari-hari yang begitu banyak dan cukup menarik dan waktu yang sedikit luang menginsipirasiku untuk menjadikannya hobi yang bermanfaat dan berkah. Karena selain memori itu tidak akan hilang pasti orang lain akan tahu cerita yang aku tulis. Syukur syukur bisa merubah dan juga menginspirasi banyak orang. Bila hal itu terwujud betapa senangnya.

Hari itu, Sabtu 22 Oktober 2016, 11 orang rombongan dari Klaten terdiri dari 10 motivator dan satu koordinator Muslimat NU kabupaten berangkat menuju Hotel Santika Semarang di Jalan  Pandanaran 116-120.

Sesampai di hotel bertemu dengan teman-teman dari kabupaten Brebes dan Cilacap. Acara dibuka dengan sambutan terlebih dahulu dari pusat dan wilayah yang cukup membuatku kagum, karena di usianya yang tidak muda lagi beliau-beliau tetap eksis berjuang dan terus mengobarkan semangat kader-kadernya untuk selalu menuntut ilmu seperti kegiatan workshop pagi ini. Sungguh mulia, semoga Allah memuliakan beliau semua.

Memasuki materi, seorang gadis cantik enerjik, Rani Andriani Koswara memperkenalkan diri. Dari awal gadis yang penuh semangat ini mampu mentranfer semangatnya kepada peserta, sehingga peserta yang rata-rata usia di atas 40 tahun merasa nyambung, nyaman dan tertarik untuk mengikuti materi-materinya.

Metode yang tidak mendikte atau sebagai guru dan murid dan mampu membaur memberi materi dengan tegas tapi santun sangan mengesankan. Cara membangkitkan kepercayaan diri dari awal materi, menulis yang keratif, kenapa harus menulis dan siapa saja bisa menjadi penulis sangat membekas. Sehingga aku larut dan bangkit memberikan afirmasi “Aku juga pasti bisa Mbak Rani.” Hatiku yang awalnya ragu kini hilang sudah tertantang dengan materi materi yang lain.

Acara terus berlanjut sampai hari kedua, kami semua aktif menulis dengan metode yang bermacam-macam. Tidak lupa diskusi-diskusi yang menarik tentang tulisan-tulisan kami membuat semua peserta gembira dan menikmatinya.  Sampai di sore itu Mbak Rani harus sudah mengakhiri jadwalnya, sungguh kenangan yang tak pernah kami lupakan karena dari support beliau untuk berani dan mau mencoba menulis.

Di akhir acara Mbak Rani memberikan dua buah buku kepada saya dan dua peserta lainnya. Terima kasih Mbak Rani, semoga dengan buku itu para peserta ke depannya bisa mengoptimalkan potensi diri dan meningkatkan kualitas hidup.

Terima kasih juga untuk Muslimat JHU dan BKKBN semoga kegiatan ini bisa membuat para motivator bisa menceritakan pengalamannya dan mengabadikan gambarnya selama menjadi motivator. •

* Penulis Koordinator Motivator KB Muslimat NU Kecamatan Trucuk, Klaten, Jateng.

 

Baca juga

Rapimnas, Muslimat NU Ingin Perkuat Layanan

Oleh: Hj Ariana Wahidah S.Ag | Pengurus Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Anggota PPMNU ADA yang …

Watch Dragon ball super