Halal bi Halal & Peringatan HAN

Penguatan Ekonomi dan Layanan, PPMNU Teken MoU dengan Tiga Pihak


PERKUAT EKONOMI DAN PERAN: Ketum Nyai Hj Khofifah IP meneken MoU untuk meningkatkan penguatan ekonomi dan peran Muslimat NU. | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – Halal bi halal PP Muslimat NU (PPMNU) 2017 tidak sekadar menjadi ajang bertemu, kumpul dan saling memaafkan, tetapi juga dilandasi semangat peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial RI, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (16/7).

(Baca: Khofifah: Anak Indonesia Harus Lebih Bahagia dan Terlindungi)

“Hari ini PP Muslimat NU juga menandatangi nota kesepahaman dengan beberapa pihak sekaligus, yaitu Yayasan Kita Bisa, Perusahaan Paragon Indonesia dan Lazisnu,” kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan, format kerjasama dengan pihak-pihak tersebut sebagai upaya penguatan dan peningkatan ekonomi di Muslimat NU. “Akan ada peningkatan pemberdayaan ekonomi di Muslimat NU,” tambahnya.

Kemitraan dengan berbagai pihak tersebut, sekaligus sebagai upaya penguatan kerja Muslimat NU dalam memberikan pelayanan bagi bangsa dan negara.

(Baca: Aktif Berkegiatan, Warga Muslimat NU Jangan Lupa Ketahanan Keluarga)

Melalui MoU dengan Yayasan Kita Bisa, Muslimat NU melakukan penggalangan dana untuk membangun mushala di Sengan.

Lalu dengan PT Paragon Indonesia, Muslimat NU dapat menjual produk-produk bermerk Wardah. Begitu pula dengan Lazisnu, Muslimat NU memiliki hak untuk menjadi pengumpul dan pengelola dana zakat infak dan sedekah (ZIS).


KOMPAK BERJAMIYAH: penasihat, dewan pakar dan pengurus PP Muslimat NU berpose bersama usai acara halal bi halal. | Foto: MNU Online

“Ada peratutan terbaru yang harus ditaati dalam tata kelola zakat. Bahwa Muslimat NU menjadi salah satu jaringan pengelola ZIS di bawah Lazisnu,” katanya.

“Nantinya pengumpulan dan pengelolaan ZIS dilakukan oleh Muslimat NU, tetapi pelaporannya tetap diserahkan ke Lazisnu sebagai lembaga yang memiliki wewenang dalam pengumpulan dan penyaluran ZIS.”

(Baca: Nasihat Ketum PBNU: Bila Orang Tua Baik, Anak juga Baik)

Dia menuturkan langkah tersebut sebagai penguatan seluruh komponen NU untuk meningkatkan peran bagi masyarakat.

“Karena dalam kesempatan ini juga hadir perwakilan lembaga-lembaga dan Banom NU, saya mengajak bahwa ini akan menjadi penguatan NU secara menyeluruh untuk meningkatkan peran di masyarakat,” katanya.

(Baca: KPAI Apresiasi Langkah Khofifah dalam Perlindungan Anak)

Pada kesempatan yang sama Khofifah juga mengungkapkan halal bi halal yang dirangkai dengan peringatan Hari Anak Nasional 2017, adalah refleksi kritis bagi kita karena saat ini masih ada eksploitasi seksual anak dan sadisme yang dialami anak Indonesia.

“Saya mengajak kepada seluruh kader Muslimat NU untuk merenungkan dan turut serta dalam menyelesaikan permasalahan anak-anak Indonesia,” tandasnya.• kendi setiawan

Baca juga

Surga dalam Persepsi Manusia

Oleh: Dra Hj Mursyidah Thahir MA | Ketua III PP Muslimat NU SETIAP umat apapun …

Watch Dragon ball super