Warna-Warni

1,5 Jam Bersama Khofifah ‘Refreshing’ di Rumah Batik Madura

<br /> REFRESHING: Ketum Nyai Hj Khofifah menikmati refreshing di rumah batik Athayah, Bangkalan, Madura. | Foto: MNU Online

REFRESHING: Ketum Nyai Hj Khofifah menikmati refreshing di rumah batik Athayah, Bangkalan, Madura. | Foto: MNU Online

MNU Online | BANGKALAN – Berkunjung ke rumah batik rupanya menjadi hal yang menyenangkan sekaligus refreshing bagi Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi. Terlebih di tengah padatnya jadwal sebagai Menteri Sosial.

“Iya, bolehlah dibilang begitu (refreshing),” katanya sambil tersenyum ramah di sela memilih batik Madura di rumah batik Athayah, Jalan Kusuma Bangsa, Burneh, Bangkalan, Minggu (24/12).

(Baca: Bersama Khofifah, Ribuan Warga Muslimat NU Jatim Maulidan di Bangkalan)

Khofifah mampir ke Athayah usai seharian melakukan kunjungan kerja di Bangkalan, termasuk menghadiri Pertemuan ke-10 Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim Muslimat NU (Hidmat MNU) dan Ikatan Haji Muslimat NU (IHMNU) yang dirangkai dengan Maulidurrasul Muhammad Saw di Ponpes Nurul Hasanah, Tanah Merah.

Tiba di Athaya sekitar pukul 16.30 WIB, Khofifah langsung menuju salah satu sudut ruangan yang memajang puluhan lembar kain. “Ini bagus ya,” ucapnya sambil menunjuk batik gentongan berwarna dasar coklat kepada Yolifta Beta, keluarga pemilik Athaya yang menemaninya.

(Baca: Ketum Muslimat NU: Cabut Keputusan Trump Soal Yerusalem)

Soal batik, ternyata selera Khofifah tinggi juga. Sekadar tahu, disebut batik gentongan karena proses pembuatannya yang menggunakan gentong sebagai alat untuk merendam kain.

Teknik ini hanya dilakukan untuk satu jenis warna saja, yakni indigo. Namun hasil celupan indigo yang dilakukan pada gentong hasilnya utuh, awet dan memiliki kepekatan merata.

<br /> PRIBADI YANG DETAIL: Ketum Nyai Hj Khofifah secara detail mencermati setiap goresan canting dalam motof batik gentongan di rumah batik Athayah. | Foto: MNU Online

PRIBADI YANG DETAIL: Ketum Nyai Hj Khofifah secara detail mencermati setiap goresan canting dalam motif batik gentongan di rumah batik Athayah. | Foto: MNU Online

Perendaman kain batik pada pewarna di dalam gentong dilakukan dalam waktu yang lama. Paling cepat emat bulan bahkan ada yang melakukan proses selama setahun nonstop. Itu sebabnya warna batik gentongan tahan sangat lama, bahkan hingga puluhan tahun.

Namun soal harga, hem.. jangan ditanya. Batik yang ditunjuk Khofifah mencapai Rp 10 juta per lembar ukuran 1 x 2,5 meter. Namun bukan batik mahal itu yang diincar Khofifah.

(Baca: Khofifah Resmikan Kantor Muslimat NU Surabaya Bernilai Rp 6 Miliar)

“Ndak, saya mau beli yang sedang-sedang saja,” kata menteri yang dikenal sederhana dalam berbusana itu. “Yang penting cocok, pas di hati dan sesuai kebutuhan,” katanya.

Selebihnya, Khofifah cukup menikmati refreshingnya di rumah batik. Dari satu etalase ke etalase lainnya dia mencermati setiap kain yang dipajang. Yolifta lantas menyodorkan beberapa lembar kain dengan motif berbeda. Dengan telaten pula, Khofifah mengamatinya sambil sesekali menyentuh lembut setiap lekuk motif hasil guratan canting.

Baca: Persoalan Pancasila Selesai, Muslimat NU Perkuat Perangkat Organisasi)

”Saya memang penikmat batik. Enggak tahu kenapa, perasaan saya indah saja begitu,” katanya sembari memegang selembar kain batik.

“Dulu saya suka datang ke perajin (batik) yang mewarnani, melukis dan nyanting. Meski ndak bisa nyanting, saya bagian dari yang menikmati cara kerja mereka dan segala ruwetnya,” ungkapnya.

Meski demikian, dia mengaku tidak meluangkan waktu khusus untuk berbelanja kain batik. “Ya ndak lah. Ini saja kalau ada waktu longgar,” sergahnya.

<br /> PROMOSIKAN INDONESIA: Sebagian batik yang dibeli Ketum Nyai Hj Khofifah untuk cindera mata tamu-tamu dari luar negeri sekaligus mempromosikan Indonesia. | Foto: MNU Online

PROMOSIKAN INDONESIA: Sebagian batik yang dibeli Ketum Nyai Hj Khofifah untuk cindera mata tamu-tamunya dari luar negeri sekaligus mempromosikan Indonesia. | Foto: MNU Online

Hobi ini pula yang membuat Khofifah memiliki banyak koleksi kain batik, meski tidak semua dijadikan busana. Sebagian besar malah untuk give tamu baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kemarin terakhir tanggal 21 (Desember) saya dapat tamu Dubes Laos, saya kasih batik Madura. Kenapa batik? Ini sesuatu yang menurut saya bisa menjadi promosi negara kita, batik Indonesia lho,” ucapnya.

(Baca: Khofifah: Sertifikasi dan Akreditasi Bukan Tantangan tapi Penataan)

Adakah tips untuk memilih batik yang berkualitas dan berkelas? “Hanya emak yang tahu, hehe..” selorohnya merujuk puisi karyanya berjudul: Cuma Ibu yang Tahu. Puisi ini viral terutama saat Hari Ibu, 22 Desember lalu.

Tepat pukul 18.00 WIB Khofifah mengakhiri refreshingnya di rumah batik Athaya. 1,5 jam yang penuh warna dari sisi lain sosok Khofifah.• nur

Baca juga

JANGAN BERHENTI DI LEVEL GUBERNUR: KH Said Aqil Siroj, kader-kader terbaik NU harus menjadi penentu kebijakan nasional. | Foto: MNU Online

Ketum PBNU: Sukses Kader Terbaik NU Jangan Berhenti di Level Gubernur

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA …

Watch Dragon ball super