409 Wilayah dan Cabang Siap Berkongres di Asrama Haji Pondok Gede

 PENGABDIAN: Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Muslimat NU organisasi pengabdian dan perjuangan. | Foto: MNU Online

PENGABDIAN: Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Muslimat NU organisasi pengabdian dan perjuangan. | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – 14 hari lagi Kongres ke-17 Muslimat NU digelar. Seluruh persiapan sudah selesai, termasuk materi AD/ART hingga rekomendasi bahtsul masail. Jumlah pemilik suara yang akan menggunakan haknya untuk memilih ketua umum periode 2016-2021 juga sudah final.

“Mereka yang memiliki hak suara yakni PW (wilayah), PC (cabang) dan PCI (cabang istimewa). Total ada 409 yang sudah ber-SK, sekitar 7-8 cabang belum karena ada sedikit kendala. Kalau semuanya bisa 500 lebih,” tutur Ketua Steering Committee (SC), Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid, Selasa (8/10).

Terkait mekanisme pemilihan ketua umum, salah satu putri KH Wahab Chasbullah itu menjelaskan, panitia akan melakukan sesuai aturan yang ada.

“Nanti ada proses pandangan umum, lalu ditanggapi cabang-cabang dan seterusnya. Soal terjadi aklamasi atau tidak ya lihat saja nanti perkembangannya,” katanya.

Namun, lanjutnya, hingga kini belum ada satupun calon yang mendaftar. Apakah itu artinya bakal ada calon tunggal atas permintaan peserta kongres dan aklamasi?

“Itu lihat saja nanti. Tapi kalau kita lihat saat ini keseluruhan wilayah dan cabang insyaalah 90 persen tetap menghendaki Bu Khofifah memimpin Muslimat NU lagi,” katanya.

(Baca: Tinggalkan Cara Manual, Pendaftaran Peserta Kongres Gunakan Sistem Online)

Dia juga memastikan di Kongres ke-17 tak ada pembahasan perubahan periodesasi kepemimpinan dalam AD/ART.

“Untuk periodesasi belum terpikirkan, karena kami menganggap bahwa Muslimat itu organisasi pengabdian, bukan mengutamakan pengkaderan layaknya Fatayat atau IPPNU,” katanya.

Di Muslimat NU, tambahnya, jika seseorang masih memiliki potensi, loyalitas, dedikasi serta bisa menghidupkan dan mengembangkan organisasi, maka dia layak melanjutkan pengabdiannya.

“Muslimat NU wadah untuk perjuangan dan memang lahirnya NU tidak sembarangan seperti organisasi lain. Butuh istikharah, riyadhoh, tirakat dan segala macam. Jadi wadah ini ya untuk ibadah, riyadhoh, perjuangan untuk mempertahankan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya. • nur

Baca juga

SILATURAHIM PP MUSLIMAT NU-WAPRES: Silaturahim Pengurus PP Muslimat NU dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (13/7). | Foto: MNU Online

Temui Wapres JK, Khofifah Sampaikan Keberhasilan Muslimat NU di Pilkada

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super