Pelatihan Da’iyah Transmigran

Bangun Kapasitas Da’iyah, Muslimat NU Terjun ke Daerah Transmigrasi


TOTALITAS MUSLIMAT NU: Nyai Hj Nurhayati memberikan simulasi praktik pengurusan, memandikan serta mengkafani jenazah kepada peserta pelatihan. | Foto: MNU Online

MNU Online | BANJARMASIN – Selama empat hari, 3-6 Oktober 2017, PP Muslimat NU terjun ke daerah transmigrasi untuk menjadi fasilitator dan narasumber dalam penyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Rohaniwan Da’iyah Wilayah Indonesia Bagian Tengah.

Kegiatan di Balai Latihan Masyarakat (BLM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan tersebut hasil kerjasama PP Muslimat NU dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Peserta terdiri dari transmigran di empat provinsi: Kalimantan Tengah (5 orang), Kalimantan Utara (10), Kalimantan Barat (10) dan Kalimantan Selatan (5).

(Baca: Bentengi Suami-Istri, Siapkan Buku ‘Anti Cerai’)

“Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, khususnya wawasan keislaman kepada transmigran yang berperan sebagai pembimbing mental spiritual (da’iyah) di pemukiman dan kawasan transmigrasi,” terang Ketua II PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Nurhayati Said Agil Siroj MA yang hadir sebagai narasumber.

Selain itu, kegiatan untuk memberikan motivasi kepada transmigran sebagai da’iyah dalam rangka membentuk masyarakat yang bertakwa, harmonis dan sejahtera lahir batin di pemukiman serta kawasan transmigrasi.

“Dengan sasaran terciptanya profesionalisme peran da’iyah daerah transmigrasi dalam membina masyarakat di lingkungannya. Serta terwujudnya semangat da’iyah daerah transmigrasi sebagai fasilitator, motivator di pemukiman dan kawasan transmigrasi,” papar istri Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA itu.

Mars Muslimat NU


KEBERSAMAAN: Peserta pelatihan berfoto bersama usai mendapat materi dan praktik dari tim PP Muslimat NU. | Foto: MNU Online

Nurhayati dan tim dari PP Muslimat NU memberikan beragama materi. Di antaranya hakikat kedudukan dan fungsi manusia, Islam dan wawasan kebangsaan, konsep dakwah Islam rahmatan lil ’alamin, tentang ke-Muslimatan, akidah Ahlussunnah wal jama’ah An-Nahdliyah hingga fiqh keseharian (praktik wudhu maupun shalat berjamaah).

Menariknya, peserta juga diajarkan mars Muslimat NU dan lagu Syubbanul Wathon karya besar KH Abdul Wahab Chasbullah yang biasa dinyanyikan di acara-acara NU serta Banomnya.

(Baca: Silaturruh, Amalan Berkurban Dihadiahkan untuk Pendiri Muslimat NU)

Peserta terlihat antusias dan bersemangat selama kegiatan. Terlebih, selain materi, mereka juga mendapat simulasi praktik pengurusan, memandikan serta mengkafani jenazah.

Sementara itu Dirjen PKTrans, Dr Muhammad Nuruddin menyampaikan materi pengetahuan fiqh dan simulasi praktik fiqh janaiz (mengurusi jenazah) sangat pas, sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan. a-zhoem

Baca juga

JANGAN BERHENTI DI LEVEL GUBERNUR: KH Said Aqil Siroj, kader-kader terbaik NU harus menjadi penentu kebijakan nasional. | Foto: MNU Online

Ketum PBNU: Sukses Kader Terbaik NU Jangan Berhenti di Level Gubernur

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA …

Watch Dragon ball super