Beri Banyak Manfaat, Khofifah Masih Dibutuhkan Pimpin Muslimat NU

 TETAP DUKUNG KHOFIFAH: Masruroh Wahid sebut Khofifah IP banyak memberikan manfaat di Muslimat NU | Foto: MNU Online

TETAP DUKUNG KHOFIFAH: Masruroh Wahid sebut Khofifah IP banyak memberikan manfaat di Muslimat NU | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Kurang dari satu bulan Kongres ke-17 Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 23-27 November, digelar. Namun hingga kini belum ada satu pun kandidat yang muncul untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum. Termasuk, apakah Khofifah Indar Parawansa bersedia untuk dicalonkan lagi memimpin Banom NU dengan jamaah sekitar 35 juta tersebut.

Dorongan agar Khofifah kembali memimpin Muslimat NU memang sangat deras. Salah satunya dari PW Muslimat NU Jawa Timur (Jatim). “Sampai saat ini saya belum melihat ada (kandidat) yang muncul. Di luar itu Bu Khofifah masih pantas dan sangat dibutuhkan untuk tetap memimpin Muslimat NU,” ujar Ketua PW Muslimat NU Jatim, Masruroh Wahid di sela Rapat Kerja YTPS Khadijah di Surabaya, Minggu (23/10).

“Beliau cukup paham terhadap Muslimat NU dan sangat banyak memberikan manfaat. Bukan saya senang atau tak senang karena itu relatif. Tapi memang saat ini Muslimat NU masih butuh Bu Khofifah. Saya kira seluruh cabang di Jatim juga akan kembali pilih Bu Khofifah. Insyaallah, mudah-mudahan akan seperti itu.”

(Baca: Masih Dibutuhkan, Muslimat NU Jombang 100 Persen Dukung Khofifah Jabat Ketum Lagi)

Apakah sudah ada pembicaraan dengan cabang untuk menyatukan suara di Kongres nanti? “Oh nggak, Jatim nggak pernah bicara kekanak-kanakan gitu, nggak pernah. Kita hanya membaca, menimbang dan menilai semua program serta pertanggung jawaban, baru kita memutuskan definitifnya,” tandas Masruroh.

“Tetapi kalau lihat ‘aromanya’, saya yakin cabang-cabang di seluruh Jatim akan mencalonkan Bu Khofifah. Dan saya kira daerah lain juga sama pandangannya dengan Jatim.”

Adakah komunikasi dengan PW daerah lain? “Muslimat NU itu selalu komunikasi tapi tak eksklusif soal ketua umum yang kita bicarakan. Muslimat NU selalu bicara program, kegiatan dan lainnya. Setelah itu baru kita bicara siapa yang pantas mengomandani dari program-program tersebut,” jelasnya.

Namun Masruroh tidak bisa memastikan ada atau tidaknya calon lain yang maju. “Saya kan nggak tahu keinginan orang, apalagi kami di daerah. Di PP mungkin dinamikanya lain, tapi saya berharap tak ada kompetitor.”

(Baca: Gelombang Dukungan dari Luar Jawa Minta Khofifah Kembali Pimpin Muslimat NU)

Kalaupun ada yang maju, Masruroh tak mempermasalahkan asal mengikuti mekanisme yang ada di Muslimat NU. Di antaranya ketika belum pernah menjabat di kepengurusan maka tidak bisa menjadi ketua umum. “Itu ada AD/ART, tapi saya nggak tahu seperti apa di Kongres nanti,” ujarnya.

Di luar calon ketua umum, Muslimat NU Jatim akan menyampaikan sejumlah problem umat kekinian di Kongres nanti, di antaranya terkait moral.

“Namun persoalan ini juga imbas dari kondisi ekonomi, mungkin dari keluarga atau masyarakat yang kurang mampu, sehingga harus ada pemberdayaan ekonomi yang lebih signifikan untuk bisa dilakukan setiap keluarga Indonesia supaya mendidik atau merawat anggota keluarganya,” tuntasnya. • nur, hwp

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super