Home » WARTA »


Banyak Elpij Palsu, Muslimat NU Nilai Pemerintah Tak Siap

Banyaknya elpiji palsu beredar di tengah masyarakat dianggap Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdhatul Ulama (Muslimat NU), Khofifah Indar Parawangsa sebagai bentuk ketidaksiapan pemerintah memenuhi tingginya demand (permintaan) elpiji. “Sehingga masyarakat banyak yang menggunakan elpiji palsu,” katanya di Surabaya, belum lama ini.

Padahal, elpiji palsu itu rawan meledak, seperti beberapa kasus meledaknya elpiji yang menelan banyak korban jiwa. Dijelaskan, mulanya pemerintah membuat program konfersi minyak tanah ke gas. Program itu saat ini sudah bisa diterima masyarakat, khususnya ibu-ibu. Tak heran jika permintaan tabung gas ini melonjak tinggi.


Di sisi lain, pemerintah tak sanggup melengkapi sarana, yakni tabung gas berstandart SNI yang dibuat Pertamina. Tak pelak, banyak pengusaha nakal yang mengimpor tabung dari luar Negeri. Bahkan, ada juga yang membuat tabung palsu untuk mencukupi tingginya permintaan masyarakat.

Celakanya, tabung palsu itu lah yang banyak digunakan masyarakat, karena saat mencari tabung asli tak ada. “Rata-rata yang meledak itu kan tabung gas palsu,” kata dia.
Sebab itu, sebagai pucuk pimpinan organisasi ibu-ibu ia mendesak pemerintah menyelesaikan kasus ini. Pemerintah harus siap dengan tingginya permintaan ini. Selain itu, polisi juga harus menangkap para pemalsu tabung.”Harus ada punisment (hukuman) bagi pemalsu tabung,” kata dia.

Jika tidak, berarti pemerintah telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena tak bisa melindungi kenyamanan masyarakatnya, khususnya ibu-ibu. Di NU, kata dia, ada istilah Khifdhunnafsi (menjaga diri). Artinya, pemerintah mempunyai kewajiban menjaga jiwa setiap rakyatnya dari ketidaktenangan.

Maka dari itu pemerintah harus menyelesaikan kasus ini. Harus ada sinergitas antara pihak-pihak yang berwenang melakukan pengawasan, misalnya: Pertamina, Polisi, dan Pemerintah Daerah. Selain itu harus ada pengawasan dalam proses pembuat tabung ini, hingga proses pendistribusian ke masyarakat atau pemasaran.(tempo interaktif/mil)

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super