Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Berdayakan Ekonomi di Lingkungan Muslimat NU, PPMNU-Paytren Teken MoU


MOU EKONOMI KERAKYATAN: PP Muslimat NU meneken MoU dengan Paytren yang dikelola Ustadz Yusuf Mansur.  | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – Luar biasa meriah. Sekitar 800 warga Muslimat NU menghadiri buka puasa bersama anak yatim yang digelar PP Muslimat NU di kediaman Ketua Umum Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi di Jakarta, Minggu (4/6).

Acara dibuka mulai pukul 15.30 WIB, namun rangkaian sudah digelar sejak pukul 13.30 WIB lewat khotmul Qur’an dilanjut shalat ashar berjamaah.

(Baca: Tiap Tahun Muslimat NU Salurkan Zakal Mal Keluarga Jusuf Kalla)

Setelahnya diteruskan dengan santunan untuk 100 anak yatim dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PP Muslimat NU dengan Paytren yang dikelola Ustadz Yusuf Mansur.

Dalam MoU tersebut, kedua pihak sepakat akan meningkatkan kesejahteraan bagi kelompok masyarakat usaha ekonomi produktif skala mikro dan kecil, dalam bentuk pemberdayaan perempuan serta pengusaha ekonomi skala mikro dan kecil.

Ruang lingkup kerjasama ini meliputi pelatihan, pendampingan dan peningkatan pemasaran serta penggunaan produk pelayanan Paytren.

(Baca: Baksos di Lapas Wanita, Khofifah Ajak Warga Binaan Amalkan Surat Al Fath)

Khofifah, dalam sambutannya mengatakan, MoU dengan Paytren ini dilakukan di antaranya karena di Muslimat NU sangat banyak usaha ekonomi produktif, namun seringkali dalam memasarkan belum ketemu jalan. Pun soal up-date produk juga belum cukup.

“Tapi kalau MoU-nya di bulan Ramadhan mudah-mudahan Allah Swt menggerakkan seluruh energi positif kita, dan pemberdayaan ekonomi di lingkungan Muslimat NU bisa kita kembangkan,” katanya.


BERSAMA MUSLIMAT NU-ANAK YATIM: Ustadz Yusuf Mansur menghadiri acara buka puasa bersama anak yatim yang digelar PP Muslimat NU. | Foto: MNU Online

Apalagi, tambah Khofifah, bisnis yang dikembangkan Ustadz Mansur berbasis Al Qur’an, maka pengembangan maupun perilakukannya insyaallah Qur’ani.

(Baca: Jaga Indonesia Tetap Damai, LD PBNU-Hidmat NU Gembleng Da’i-Da’iyah)

“Mudah-mudahan di bulan, dimana Allah menurkan Al Qur’an, Allah akan memberikan keberkahan serta keluasan rezeki untuk kita semua,” katanya.

Pokoknya, tandas Khofifah, “Saya sudah tiga tahun keliling bagaimana al yadul ulya khairun minal yadis suflaa (Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, HR Muslim) tapi memang tidak mudah. Maka ikhtiar demi ikhtiar terus kita lakukan.”

(Baca: Redistribusi Aset, Peluang Ini Bisa Dimanfaatkan NU dan Kalangan Pesantren)

Semua di tingkatan pimpinan Muslimat NU, kata perempuan yang juga Menteri Sosial RI itu, tak pernah berhenti berikhtiar.

“Semua yang hadir (pengurus PPMNU dan beberapa PWMNU) tentu berharap ada inovasi strategis yang akan memberikan manfaat, berkah serta inovasi yang akan mendatangkan rezeki yang luas halalan tayyiban mubarakah,” tegasnya.• nur

Baca juga

JANGAN BERHENTI DI LEVEL GUBERNUR: KH Said Aqil Siroj, kader-kader terbaik NU harus menjadi penentu kebijakan nasional. | Foto: MNU Online

Ketum PBNU: Sukses Kader Terbaik NU Jangan Berhenti di Level Gubernur

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA …

Watch Dragon ball super