Bakrie Microfinance-Muslimat NU Kerjasama Tingkatkan Kesejahteraan Umat

ical__mnu-3

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN: BMF menjalin kerjasama dengan Muslimat NU untuk peningkatan kesejahteraan umat. | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – Bakrie Microfinance (BMF) menjalin kerjasama dengan Muslimat NU untuk peningkatan kesejahteraan umat, Selasa (11/10/2011) lalu. Dalam kerjasama tersebut, nantinya Muslimat NU akan membantu BMF menyalurkan dan menjadi pekerja dalam program ini. Penandatanganan kerjasama ini disaksikan langsung Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, di sela-sela Rapimnas Muslimat, di Jakarta.

Aburizal berharap program ini dapat menjadi salah satu upaya yang turut membantu mensejahterakan umat melalui pancingan usaha. Sementara Khofifah mengapresiasi kerjasama tersebut. “Ini adalah bentuk nyata kerjasama Bakrie dengan Muslimat NU dalam komitmen kami untuk peduli pada kesejahteraan rakyat,” kata Khofifah.

Muslimat NU bukanlah yang pertama. Sebelumnya, BMF juga telah menjalin kerjasama dengan DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dalam hal pemberdayaan ekonomi perempuan, pelatihan dan penyuluhan, akses pemasaran produk usaha PM dan rekrutmen tenaga perempuan. Nota kesepahaman kerjasama tersebut ditandatangani Ketua Umum DPP IWAPI, Ir Nita Yudi MBA dan President/CEO BMF, B. Irawan Massie MBA pada 21 Februari 2011 lalu.

BMF juga akan menjalin kerja sama dengan pihak lain yang satu visi termasuk dengan BPG BUN dan Bakrie Amanah dalam mewujudkan konsep Kampung Makmur di lokasi-lokasi yang menjadi binaan BMF. “ Konsep Kampung Makmur sangat cocok diterapkan di komunitas BMF. Bakrie Amanah dapat masuk dalam program pendidikan atau kesehatan,” kata Heri Subowo selaku Finance Director  BMF.

BMF juga menghimbau kepada Kelompok Usaha Bakrie untuk ambil bagian dalam pemberdayaan pada komunitas binaan BMF khususnya lokasi-lokasi cabang BMF yang lokasinya berdekatan dengan perusahaan Bakrie berada.

Selain menyalurkan kredit mikro, dalam rapat BMF dengan Nirwan D. Bakrie, pertengahan September lalu, juga disepakati program lainnya yaitu bantuan pengadaan air utuk menghadapi musim kemarau. BMF dalam hal ini membantu masyarakat membangun sarana pengairan seperti sumur pompa di desa-desa tempat kantor-kantor cabang BMF berada. “Ini merupakan wujud nyata kepedulian BAKRIE,” katanya.

Dalam rapat itu juga diproyeksikan target penambahan cabang dan PM ke dapan. Hingga 31 Desember 2011 ini diharapkan jumlah cabang telah meningkat menjadi 35 cabang dengan 35.000 PM. Jumlah tersebut terus diharapkan bertambah hingga 31 Maret 2012 mencapai 50 cabang dengan PM sebanyak 50.000 PM. Dari 50 cabang itu, pada 30 Agustus 2012 diharapkan PM telah berkembang mencapai 100.000 PM.

Secara keseluruhan, kinerja BMF hingga kini tercapai dengan sangat baik sesuai dengan kondisi keuangan yang ada. Hal ini tidak lepas dari telah terbangunnya infrastruktur manajemen yang kuat untuk mengantisipasi target semula BMF yaitu 300.000 PM di 33 provinsi pada tahun 2014 mendatang. “Dengan telah terbangunnya Officer Development Program dan management infrastruktur BMF yang kokoh, maka jika shareholder menghendaki, kami (BMF) dapat membuka 10-20 cabang setiap bulannya,” pungkasnya. ♦ mil

 

Baca juga

Gandeng Tekomsel-Bulog, Penara Layani Keuangan Digital dan Bahan Pangan Murah

MNU Online | BANDUNG BARAT – Untuk membiasakan masyarakat melakukan transaksi non tunai, Penara (Perempuan …

Watch Dragon ball super