Heboh Buku ‘La Ilaha Illa Tuhan’

Buku ‘Revisi’ Allah Beredar Luas, Khofifah Minta Aparat Turun Tangan


SESAT DAN MENYESATKAN: Di buku ini, dengan mengutip ‘hadits’ tak jelas riwayatnya, semua kata Allah diganti menjadi Tuhan. | Foto: Ist

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi menghela napas panjang saat ditanya terkait buku Bimbingan Konseling (BK) ‘La Ilaha Illa Tuhan’ yang terlanjur beredar luas di masyarakat.

Baginya, hal ini bukan semata-mata urusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) tapi aparat kepolisian harus turun tangan melakukan penyelidikan dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas penerbitan buku yang sesat dan menyesatkan tersebut.

(Baca: Tak Hanya Ilmu Agama, Santri Perlu Kuasai STEM)

“Supaya ini tak menjadi bola liar, menurut saya, tak hanya Dikbud tapi aparat kepolisian harus mengusut tuntas, sampai seakar-akarnya apa tujuan menulis dan menerbitkan buku ini,” katanya.

Buku ini, lanjut Khofifah, tak sekadar memelesetkan tapi sudah menyeret anak-anak pada ketidakbenaran pemahaman persoalan teologis. Apalagi untuk kelas yang sudah kategori remaja, SMP/MTs, yang sedang mencari identitas diri.

“Tiba-tiba dia dikenalkan Allah di situ diganti Tuhan. Nanti bisa saja anak-anak kemudian ber-Sosmed lalu kutipan dari buku itu jadi perbincangan mereka: Oh, begini (mengganti Allah dengan Tuhan) bisa juga ya, padahal itu kan menyesatkan,” paparnya.

(Baca: Teror Bom Kampung Melayu, Ini Tanggapan Ketua Umum PP Muslimat NU)

Khofifah meminta semua yang punya tanggung jawab dalam menyiapkan kurikulum dan proses belajar mengajar agar lebih cermat. Jangan sampai memancing ketenangan masyarakat.

“Ini kan upaya memancing. Hati-hati semunya. Hal-hal yang terkait dengan persoalan agama sensitifitasnya tinggi. Jadi saya minta semuanya jangan terpancing dan memancing,” tandasnya.

USUT TUNTAS: Penulis dan penerbit buku menyesatkan ini perlu diusut tuntas agar tak menjadi bola liar di masyarakat. | Foto: Ist

Terkait kehebohan ini, pimpinan penerbit Paramitra Publishing, Hani Rochmanudin sudah menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan pada buku Materi Layanan Klasikal Bimbingan dan Konseling untuk SMP-MTs yang viral di media sosial. Hani berdalih hal tersebut terjadi karena ada yang luput dari proses editing.

(Baca: Teladani Ulama, Peran Besar Pesantren Perlu Dikabarkan)

Sebelumnya dunia pendidikan dan masyarakat dibuat heboh dengan peredaran buku Materi Layanan Klasikal Bimbingan Konseling untuk pelajar SMP-MTs Kelas VII yang memuat ‘revisi’ Allah menjadi Tuhan.

Buku disusun Drs Slamet Riyadi MPd Kons. H Rochmanuddin MM dan Dra Narni. Sementara penerbitnya yakni Paramitra Publishing yang beralamat di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

(Baca: Tak Lupa Akar NU, Di Sela Kunker Khofifah Ziarah ke Makam Sunan Bonang)

Di halaman 77, terdapat materi dua cara bersyukur kepada Tuhan, yakni dengan hati nurani dan ucapan. Menurut buku tersebut, ungkapan yang baik untuk menyatakan bersyukur kepada Tuhan yakni hamdalah sambil megutip ‘hadits’ tanpa menyebutkan riwayatnya:

Rasulullah bersabda, “Barang siapa mengucapkan ‘subhana Tuhan’, maka baginya 10 kebaikan. Barang siapa membaca ‘la ilaha illa Tuhan’, maka baginya 20 kebaikan. Dan barang siapa membaca ‘alhamdu lil Tuhan’ maka baginya 30 kebaikan.”• nur

Baca juga

JANGAN BERHENTI DI LEVEL GUBERNUR: KH Said Aqil Siroj, kader-kader terbaik NU harus menjadi penentu kebijakan nasional. | Foto: MNU Online

Ketum PBNU: Sukses Kader Terbaik NU Jangan Berhenti di Level Gubernur

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA …

Watch Dragon ball super