Bulan Lansia, Khofifah Berbagi dengan Warga Muslimat NU Berusia 70 Tahun

pamekasan-2

BULAN LANSIA: Khofifah berdoa bersama warga Muslimat NU Pamekasan yang berusia 70 tahun. | Foto: MNU Online

MNU Online | PAMEKASAN – 29 Mei diperingati sebagai Hari Lansia dan secara nasional, selama dua bulan, disepakati menjadi “Bulan Lansia” yang berakhir 29 Juli. Kebetulan, Jumat (29/7), PC Muslimat NU Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengelar Halal bi Halal yang dirangkai dengan Harlah ke-70 Muslimat NU serta Deklarasi Laskar Anti Narkoba.

Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam acara tersebut menjadikan momentum Bulan Lansia untuk berbagi dengan warganya yang berusia 70 tahun.

“Kita akan berbagi kepada ibu-ibu lansia, khusus yang berusia 70 tahun silakan naik ke panggung. Mudah-mudahan kita semua dianugerahkan Allah Swt umur yang panjang, sehat, manfaat berkah,” katanya.

Sebenarnya yang diminta naik ke panggung hanya lima orang karena keterbatasan tempat, tapi yang merespon ajakan justru puluhan orang dan Khofifah hanya tersenyum. “Silakan yang lainnya duduk lagi ya,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak ribuan warga Muslimat NU yang hadir untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) agar kebaikan yang sudah terbangun selama bulan suci Ramadahan lalu berlanjut di bulan Syawal dan seterusnya.

pamekasan-1

HARLAH: Ribuan warga Muslimat NU Pamekasan menghadiri acara Halal Bihalal, Harlah dan Laskar Anti Narkoba. | Foto: MNU Online

“Jika di bulan Ramadhan ibu-ibu khatam Al Qur’an dua sampai tiga kali, sampai 24 Syawal ini sudah berapa kali khatam Al Qur’an?” tanyanya yang disambut ger-geran hadirin.

“Ayo kita berhitung, setiap hari kita lebih banyak di depan Al Qur’an apa di depan televisi? Jadi PR kita itu banyak, maka harus terus di-riyadhoi,” tambahnya.

Riyadhoh, lanjut Khofifah, penting dilakukan agar Allah Swt menjaga dan menyelamatkan kita semua dari segala kemunkaran, termasuk bahaya narkoba.

“Kalau kemarin ada pengedar dan bandar narkoba dihukum mati, mudah-mudahan keluarga kita dijaga dan diselamatkan Allah,” katanya.

Gurita bahaya narkoba ini tak main-main, karena sepanjang 2015 lalu telah menguras duit rakyat untuk belanja barang haram tersebut sampai Rp 63 triliun.

“Uang sebanyak itu andai dibuat membangun pesantren, madrasah, insyaallah maslahah, manfaatnya besar. Ini PR kita bersama, maka tolong di-riyadhoi. Sampaikan ke setiap majelis taklim, hindari dan jangan sekali-kali mengkonsumsi narkoba,” pintanya. ♦ nur

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super