Muslimat NU-Kemenkop UMKM

Catat! Ini Tiga Hal Penting dalam Gerakan Koperasi Muslimat NU


TAHAN BANTING: Nyai Hj Masruroh Wahid (dua dari kiri), gerakan koperasi harus imun terhadap tantangan yang ada. | Foto: MNU Online

MNU Online | MALANG – Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Dra Nyai Hj Masruroh Wahid MSi menyampaikan ada tiga yang penting dalam gerakan koperasi, terutama Muslimat NU, yakni loyalitas terhadap organisasi, jatidiri koperasi serta harus tahan banting.

“Gerakan koperasi juga harus imun atau tahan banting terhadap tantangan yang ada, terutama di tengah pasar global,” katanya dalam Pelatihan Akuntansi Koperasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Serbasis Syari’ah di Hotel Regent Park, Kabupaten Malang, Jumat (27/10).

(Baca: Dari Jawa Tengah, Pelatihan Koperasi Bergerak ke Jawa Timur)

Penting pula dimiliki dalam gerakan koperasi, tambah Masruroh, yakni menjaga dan mengembangkan produktivitas. “Sebab yang menjadi ukuran pelayanan anggota adalah produktivitas kerja seluruh pengurus dan anggota koperasi.”

Selebihnya, Masruroh menyampaikan terima kasih kepada PP Muslimat NU melalui Inkopan yang memberi kepercayaan kepada Muslimat NU Jatim untuk menghadirkan pengurus Puskopan dan Primkopan se-Jatim untuk mengikuti kegiatan yang strategis ini.

Role Model Koperasi


KOMPAK: Peserta berpose bersama di sela pelatihan koperasi di Hotel Regent Park, Kabupaten Malang. | Foto: MNU Online

Sementara itu Kepala Bidang Peningkatan Kualitas SDM Kementerian UKM, H Muarikh Abbas SH yang membacakan sambutan Deputi Pengembangan SDM menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta.

“Terutama di bidang akuntansi koperasi dan penyusunan laporan keuangan syari’ah,  sehingga menjadi role model koperasi lain,” katanya.

(Baca: Pengurus Primkopan se-Jateng Digembleng Soal Manajemen Koperasi)

Menurut Muarikh, perkembangan ekonomi syari’ah begitu pesat, baik sebagai ilmu pengetahuan maupun sebuah sistem ekonomi yang dijalankan dalam perekonomian lokal, nasional dan internasional.

“Ekonomi syari’ah di Indonesia berkembang dengan berdirinya perbankan syari’ah, ausransi syari’ah dan Baitul Maal Wat Tamwil di era 1990,” jabarnya.• novia rifada

Baca juga

Buka Mobilisasi Germas, Sekdaprov Kalsel: Sehat Dipengaruhi Faktor Makanan

MNU Online | BANJARMASIN – Sama seperti di Banten, mobilisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) …

Watch Dragon ball super