Cegah Bahaya Narkoba, Peta Dakwah Muslimat NU Bertambah

 PENUTUPAN WORKSHOP: Khofifah IP saat menutup workshop Penanggulangan Penyalahgunaan Napza di Aston Imperial Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (5/10) malam. | Foto: MNU Online

PENUTUPAN WORKSHOP: Khofifah IP menutup workshop Penanggulangan Penyalahgunaan Napza di Aston Imperial Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (5/10) malam. | Foto: MNU Online

MNU Online | BEKASI – Usai sudah workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Napza di Aston Imperial Bekasi, Jawa Barat. Penutupan dilakukan Menteri Sosial yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (5/10) malam.

Dalam amanatnya, Khofifah berharap ilmu yang didapat dari workshop selama tiga hari ini memberikan manfaat besar bagi seluruh proses dakwah para tokoh agama, ibu nyai, ustadzah, da’iyah maupun para pemilik IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor).

“Tiga hari di sini dibilang cukup ya cukup, dibilang nggak ya nggak karena perkembangan ilmu memang luar biasa. Perkembangan varian-varian narkoba juga luar bisa, sehingga tiga hari ini bisa dipakai bekal bagi kita semua dalam berdakwah di forum apapun,” katanya.

(Baca: Tanggulangi Narkoba, Kapasitas Tokoh Agama Ditingkatkan Lewat Workshop)

Hari ini, lanjut Khofifah, sekaligus sebagai awal dari peta baru dakwah Muslimat NU untuk menyampaikan content yang mungkin di antara para da’iyah belum pernah menyentuh content tersebut.

“Mulai besok sekembalinya ke daerah masing-masing dakwah kita sudah tambah content-nya, yaitu terkait bahaya narkoba,” ujarnya.

Khofifah mengingatkan, dalam berdakwah terkait bahaya narkoba membutuhkan komitmen dan semangat luar biasa untuk menyelamatkan anak bangsa dan generasi mendatang, karena tidak ada lembaga donor baik dari dalam maupun luar negeri yang mendanai.

(Baca: Nyai Machfudhoh: Jangan Lihat Usia, Lihatlah Semangat Kami Perangi Narkoba)

“Beda dengan persoalan terorisme maupun radikalisme, banyak lembaga donor yang membiayai. Tapi kalau anti-narkoba nggak ada, jadi tergantung hati kita, komitmen dan semangat kita,” katanya.

“Padahal kalau teroris ditembak mati selesai. Tapi korban narkoba ini saya sering kali saya bilang MPP (matinya pelan pelan).”

 ILMU TENTANG NARKOBA: Usai workshop, peserta diharapkan membawa ilmu yang didapat untuk materi dakwah di daerah masing-masing. | Foto: MNU Online

ILMU TENTANG NARKOBA: Usai workshop, peserta diharapkan membawa ilmu yang didapat untuk materi dakwah di daerah masing-masing. | Foto: MNU Online

Agar pencegahan lebih masif, lanjut Khofifah, persoalan ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan komitmen para da’iyah dalam menyampaikan dakwahnya. “Nanti khidmat di provinsi masing-masing tema yang kita usung adalah pencegahan terhadap bahaya narkoba.”

Khofifah juga memberi apresiasi yang tinggi terhadap Muslimat NU di tingkat wilayah yang selalu mengupdate materi dakwahnya. “Di Jatim itu enam bulan sekali mereka update materi dakwah. Begitu juga Jateng dan Jabar,” katanya.

(Baca: Staf Khusus Mensos: Korban Narkoba Harus Disembuhkan, Jangan Disembunyikan)

Namun Khofifah mengingatkan tak semua dakwah harus disampaikan dalam bentuk pidato. Para korban perlu didekati karena bisa saja orang tuanya tak tahu anaknya jadi korban.

“Mudah-mudahan ilmu tiga hari ini memberikan manfaat yang besar bagi seluruh proses dakwah kita semua. Hanya komitmen dan semangat kita dalam menyelamatkan bangsa yang menjadikan kaki kita bergerak melangkah dan tangan kita memberikan layanan,” tandasnya. • nur

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super