Hari ke-11 Ramadhan

Ceramah di Istiqlal, Khofifah Ajak Jamaah Tak Henti Berbagi


AJAK BERBAGI: Ketum Hj Khofifah IP memberikan ceramah sebelum shalat tarawih berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (6/6). | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – Memasuki hari-11 bulan suci Ramadhan 1438 H, Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial RI, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi melaksanakan ibadah shalat tarawih sekaligus didaulat memberikan ceramah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (6/6).

Dalam ceramahnya, Khofifah menegaskan pada dasarnya Ramadhan adalah bulan untuk berbagi. Karena itu, apakah nanti puasa berjumlah 29 atau 30 hari kita wajib menutupnya dengan zakat fitrah.

“Dan Allah sudah memberikan referensi yang luar biasa kepada kita untuk terus berbagi,” katanya sembari mengutip Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 261: Matsalul ladzina yunfiquna amwalahum fi sabilillahi kamatsali khabbatin ambatat sab’a sanabila fi kulli sunbulatim miatu habbat. wallahu yudho’ifu limayyasya wallahu wasi’un ‘alim.

(Baca: Berdayakan Ekonomi di Lingkungan Muslimat NU, PPMNU-Paytren Teken MoU)

Dalam posisi berbagi, terang Khofifah, Allah juga memberikan keutamaan luar biasa bagi kita yang mungkin sering kali hitungan matematikanya lebih mengenal tambah dan kali, tidak mengenal kurang dan bagi.

Padahal lewat ayat tersebut, Allah bakal mengalilipatkan apa yang kita bagi. “Kapan kita berbagai untuk mereka yang membutuhkan, kalau zakat berarti pada mustahik, maka Allah akan melipatkan menjadi 7 dan 7 itu dikalikan lagi 100. Berarti Allah mengalilipatkan 700 dari yang kita bagi,” paparnya.

Namun yang terjadi saat ini masih belum berjalan maksimal. Khofifah lantas mencontohkan update Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) yang menyampaikan warning terkait Rp 217 triliun potensi zakat dan baru efektif 3,7 triliun atau tidak sampai 2 persen.

(Baca: Redistribusi Aset, Peluang Ini Bisa Dimanfaatkan NU dan Kalangan Pesantren)

Kondisi ini memprihatinkan, karena dukungan juga dberikan pemerintah lewat UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat juga memberikan konversi: Siapa yang berzakat lewat Baznas maupun Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) yang terintegrasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) maka bisa dikonversi ke dalam pengurangan pajak.

Artinya, kata Khofifah, “Pada sisi referensi Al Qur’an Allah memberikan kali lipat yang luar biasa, sementara dalam posisi regulasi pemerintah bisa dikonversikan pada pengurangan pajak. Maka malam ini mari kita bangun satu koreksi bersama, muhasabah bersama.”

Bangun Edukasi


IBADAH TARAWIH: Hari ke-11 Ramadhan, Ketum Hj Khofifah IP melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (6/6). | Foto: MNU Online

Terkait referensi keutamaan puasa, tutur Khofifah, Allah menyampaikan dalam surat Al Baqarah ayat 183 bahwa tujuan ‘berlapar-lapar’ seharian yakni la’allakum tattaqun (agar menjadi orang yang bertaqwa), sementara ciri-ciri orang bertakwa breakdown-nya ada di Surat Ali Imron ayat 134.

(Baca: Tiap Tahun Muslimat NU Salurkan Zakal Mal Keluarga Jusuf Kalla)

“Alladzina yunfikuna fissarroi waddhorro.., mereka yang mengifakkan hartanya dalam keadaan mungkin bersuka cita atau kurang bersuka cita atau sedih, sempit, ternyata ini adalah kategori orang bertakwa,” tandasnya.

Karena itu,  jika hari ini kita belum sempat berbagi secara proporsional terkait harta dan sudah mengetahui haul-nya (berjalan setahun) maupun titik nisabnya, mungkin perlu kita bangun edukasi lebih luas lagi.

Sebab, urai Khofifah, kekuatan zakat bisa kita jadikan posisi jihad bil mal, dakwah bil mal seperti perintah Al Quran dalam Surat Attaubah Ayat 41: Infiru hıfafan wa sikalan wa jahidu bi amwalikum wa anfusikum fi sabilillahi, zalikum khoirullakum in kuntum ta´lamuna.

(Baca: Baksos di Lapas Wanita, Khofifah Ajak Warga Binaan Amalkan Surat Al Fath)

(Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui)

Di sisi lain, kita sering kali mendengar dan hafal hadits: Kadzal fakru ayyakuna kufron (Kefakiran kerap kali menjerumuskan pada kekufuran)

“Maka saat ini mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan pada kita semua, memberikan kelebihan harta dan membuat kita tergerak untuk membuka dompet selebar-lebarnya. Formasi seperti inilah yang harus terus menerus kita bangun,” tuntasnya.• nur

Baca juga

SEMPAT MERINDING: Nyai Nurhayati memberikan sambutan saat halal bi halal PP Muslimat NU di TMPNU Kalibata, Jaksel, Minggu (8/7). | Foto: MNU Online

Nyai Nurhayati: Sebelum Coblosan, Warga Muslimat NU Sempat Merinding

MNU Online | JAKARTA – Begitu cintanya warga Muslimat NU kepada Ketua Umumnya, Dra Nyai …

Watch Dragon ball super