Home » SYI'AR » FIKROH »
Fikroh

Corak Pemikiran Tasawuf KH Hasyim Asy’ari (1)

Oleh: Dr Hj Wiwi Siti Sajaroh
| Anggota Bidang Hukum dan Advokasi PP Muslimat NU

KH HASYIM ASY’ARI merupakan sosok ulama besar yang mempunyai pengaruh tinggi di antara para ulama lain pada awal abad ke-20. Beliau dianggap sebagai ulama yang paling alim di Indonesia.

Keluasan ilmu beliau ini dibuktikan ketika Kiai Kholil bin Abdullatif dari Bangkalan, guru KH Hasyim Asyari, datang menemuinya untuk belajar ilmu hadits.

Menurut para ulama saat itu, apa yang dilakukan Kiai Kholil merupakan petunjuk agar para kiai menerima kepemimpinan Hasyim Asy’ari sepeninggal Kiai Kholil kelak.

(Baca: Surga dalam Persepsi Manusia)

Ternyata Kiai Hasyim mampu membuktikan dengan sukses, beliau mendirikan organisasi besar yang tetap berdiri kokoh sampai hari ini, yaitu Nahdlatul Ulama (Pergerakan Ulama) yang populer dengan sebutan NU. Atas kealiman Kiai Hasyim maka para ulama memberikan gelar “Hadratussyeikh” yang artinya “tuan guru besar”.

Dalam konteks Islam Indonesia, hadirnya NU telah menjadikan Kiai Hasyim dikenal oleh berbagai macam golongan di luar Indonesia. James J Fox (1999), seorang antropolog dari Australia National University, menyebutkan bahwa Kiai Hasyim merupakan salah satu wali yang sangat berpengaruh di Jawa, karena mempunyai kedalaman ilmu dan diyakini membawa berkah bagi para pengikutnya.

“Kehebatan Kiai Hasyim dapat dilihat dari corak pemikiran tasawuf, beliau lebih menekankan pada pemurnian tasawuf itu sendiri. Menurutnya,  tasawuf harus dilihat dari aspek substansinya bukan dari aspek kulturalnya.”

 

Hal di atas menujukkan bahwa gagasan pemikiran Kiai Hasyim sangat diterima dan diakui oleh para ulama di Indonesia bahkan mancanegara, karena selain memiliki ilmu yang sangat luas, Kiai Hasyim juga merupakan penulis aktif di antaranya kitab Risalah Jami`ah al-Maqashid.

Kehebatan Kiai Hasyim dapat dilihat dari corak pemikiran tasawuf, beliau lebih menekankan pada pemurnian tasawuf itu sendiri. Menurutnya,  tasawuf harus dilihat dari aspek substansinya bukan dari aspek kulturalnya.

(Baca: Kisah Guru Khofifah: 9 Kali Mahalul Qiyam, 9 Kali Pingsan)

Sebagaimana dikatakan oleh Latiful Khuluq dalam bukunya (Fajar Kebangunan Ulama), Kiai Hasyim mengatakan bahwa tujuan dari pembaruan itu untuk membersihkan sufisme dari ajaran-ajaran eskatik dan metafisik diganti dengan ajaran-ajaran Islam murni.

Ajaran pembaruan ini diterima oleh Kiai Hasyim saat beliau belajar di Makkah. Pemikiran sufi Kiai Hasyim bertujuan untuk memperbaiki perilaku umat Islam secara umum, dan dalam banyak hal dipengaruhi oleh pemikiran Imam Al-Ghazali.

Madzhab Empat

Konsep Kiai Hasyim tidak lepas dari pengaruh gerakan pembaruan “neo sufi” yang berpusat di Makkah dan Madinah pada akhir abad ke-19 yang dilakukan oleh Muhammad Abduh, dalam usahanya untuk merumuskan doktrin-doktrin Islam agar sesuai dengan kebutuhan kehidupan zaman modern. Artinya Islam harus dapat memainkan kembali tanggung jawab yang lebih besar dalam lapangan politik, sosial dan pendididkan.

Dengan alasan tersebut Muhammad Abduh melancarkan ide-idenya, agar umat Islam melepaskan diri dari keterikatan pada pola pemikiran madzhab yang sempit dan meninggalkan segala bentuk praktik tarekat.

(Baca: Khurafat dalam Pandangan Islam)

Namun demikian tidak semua gagasan Abduh diterima Kiai Hasyim, beliau lebih mendorong umat Islam untuk tetap mengikuti madzhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hanbali) serta menyepakati untuk tidak terikat pada suatu golongan tarekat tertentu.

Kiai Hasyim juga menegaskan bahwa jalan kaum sufi adalah membersihkan jiwa, menjaga nafsu, dan melepaskan diri dari berbagai sifat buruk, seperti ujub, takabur, riya’ dan senang dunia.

Selain itu, menjalankan budi pekerti yang bersifat kerohanian, seperti ikhlas, tawadhu’, tawakal dan memperkenankan hati kepada setiap orang lain dan setiap kejadian ridha, serta memperoleh ma’rifat dari Allah.•

Baca juga

Nyai Nurhayati: Tanam Cabai Menyenangkan dan Tambah Income Keluarga

MNU Online | JAKARTA – Ketua Periodik II PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Nurhayati …

Watch Dragon ball super