Curhat Warga Binaan: Minta Revisi PP 99 hingga Tempat Bermain Anak

lapas-tangerang-2

WARGA BINAAN: Khofifah mendapat beragaam permintaan dari warga binaan di Lapas Tangerang | Foto: MNU Online

MNU Online | TANGERANG – Kesempatan bertemu Ketua Umum (Ketum) PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dimanfaatkan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) anak dan wanita kelas III B serta Lapas wanita dewasa II A Tangerang untuk menyampaikan ‘unek-uneknya’.

Bona (36), salah satu penghuni Lapas, misalnya, meminta pemerintah agar menghapus Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 terkait pemberian remisi. PP tersebut memang membuat warga binaan, terutama yang terlibat kasus narkoba sulit mendapat pemotongan masa hukuman.

“PP 99 menyulitkan kami mendapat remisi, kami harap bisa direvisi ulang atau dihapus. Kalau kita tidak dapat remisi, gimana bisa cepat bebas dan berkumpul lagi dengan keluarga,” curhatnya di hadapan Khofifah.

Tak hanya remisi, Bona juga berharap pemerintah menyediakan tempat bermain anak dalam Lapas. Sebab, katanya, ada beberapa warga binaan yang mengurus bayinya di Lapas lantaran tidak diterima keluarganya. “Anak-anak dalam Lapas juga butuh tempat bermain,  mudah-mudahan bisa difasilitasi,” katanya.

“Lalu kita juga minta ada jam kunjungan khusus anak-anak, karena anak tidak selalu bisa datang mengikuti jadwal kunjungan lapas karena harus sekolah. Kalau bisa ada tempat untuk menelepon juga, Bu,” sambunya yang disambut ger-geran warga binaan lainnya lantaran permintaanya lumayan banyak.

lapas-tangerang-3

HASIL KERAJINAN: Khofifah melihat dan mengapresiasi hasil kerajinan warga binaan. | Foto: MNU Online

Mendengar ‘segudang’ curhat Bona, Khofifah hanya tersenyum dan berjanji akan menyampaikan keluhan soal PP ke kementerian terkait (Kemenkum HAM). Dia juga akan berkoordinasi ke kepala Lapas untuk pengadaan taman bermain.

“Kalau memang diizinkan, nanti dari Kemensos bisa bangun tamannya. Kalau tempat untuk menelepon, itu wewenang Kalapas,” terangnya.

Selebihnya, Khofifah meminta warga binaan agar tetap tegar dan tidak patah semangat menjalani masa tahanan. Diharapkan hal ini menjadi pelajaran berharga agar tidak mengulanginya lagi.

“Saya yakin tidak ada yang mau ditahan. Mungkin kalian pernah tergoda atau diperdaya sehingga melakukan kesalahan. Tapi karena sudah di sini, sebaiknya dijalani saja dengan baik sampai nanti masa tahanan habis dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” ujarnya. ♦ fmi/nhp

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super