Muslimat NU Surabaya Berencana Bangun Gedung Lima Lantai

gedung-pc-muslimat-nu-sby-1

PEREMAJAAN: Gedung PC Muslimat NU Surabaya, pekan ini akan dirobohkan untuk pembangunan frontage road Jl A Yani.| Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Setelah 60 tahun berdiri kokoh di kawasan Wonokromo, kantor PC Muslimat NU Surabaya tinggal menunggu waktu digusur untuk pembangunan frontage road Jalan A Yani. Papan nama mulai diturunkan, demikian juga dengan berbagai perlengkapan kantor terlihat sudah mulai dikemas untuk dipindahkan.

Ketua PC Muslimat NU Surabaya, Hj Lilik Fadhilah mengatakan penggusuran akan dilakukan dalam pekan ini. Pihaknya juga sudah mendapatkan surat pemberitahuan dari Pemkot Surabaya. “Mungkin minggu ini kantor ini akan dirobohkan,” terang Lilik, Senin (11/4).

Untuk sementara waktu, aktifitas akan menempati sebagian ruang milik Yayasan Pendidikan Khadijah yang lokasinya satu kompleks. “Kita akan menempati hall milik Yayasan Khadijah,” lanjut Lilik.

Bangunan kantor Muslimat NU Surabaya berada di kawasan Wonokromo sejak 1956. Awalnya merupakan sebidang tanah yang didapatkan dari Resident Surabaya untuk Perkumpulan Wanita Muslimat yang dipimpin Hj Yassin, bibi dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

lilik-fadhilah2

Hj Lilik Fadhilah, ketua PC Muslimat NU Surabaya. | Foto: MNU Online

Seiring waktu, tanah seluas 2.000 meter persegi tersebut mulai dibangun dan selesai pada 1995. Proses pembangunan berjalan lama dimasa pimpinan Hj Lilik Syafa’atun dan Hj Maryam Toha.
Menurut Lilik, dari proses pembebasan lahan untuk pembangunan frontage road sisa lahan dan bangunan Muslimat hanya sekitar 10 persen saja dan tidak memungkinkan untuk aktivitas karena jumlah anggota banyak dan padat agenda.

“Kita tidak mungkin beraktivitas di sisa bangunan yang ada karena sangat sempit,” lanjut Lilik.

Tunggu Petunjuk Ketum

Dengan ganti rugi mencapai Rp 33 miliar, Muslimat NU Surabaya berancang-ancang untuk membangun gedung baru berlantai lima, menyatu dengan Pondok Pesantren Putri Khadijah dan Yayasan Pendidikan Khadijah.

Namun Lilik menegaskan bahwa hal itu masih sebatas rencana dan harus dibahas dengan Ketua Yayasan Khadijah yang juga Ketu Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

“Kita masih menunggu izin dari Bu Khofifah,” ujar Lilik.

Opsi lain, menurut Lilik, membeli tanah dan mendirikan bangunan baru. Sudah ada lahan yang diincar namun Lilik enggan mengatakan agar tidak dimanfaatkan para broker tanah. “Ada kok lahan yang kami inginkan, tapi nantilah jangan sekarang biar harganya tidak dimainkan,” pungkasnya. ♦ hwp

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super