Workshop Pengelolaan Prukades

Dari Desa Tertinggal, Kader Muslimat NU Telorkan Produk Unggulan


SEMANGAT PESERTA WORKSHOP: Peserta penuh semangat mengikuti workshop pengelolaan Prukades di Semarang, Jawa Tengah. | Foto: MANU Online

MNU Online | SEMARANG – Workshop Pengelolaan Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan) Daerah Tertinggal yang digelar PP Muslimat NU di Semarang, Jawa Tengah, 25-29 November 2017, mengungkap banyak hal terkait kemandirian dan produktifitas warga Muslimat NU di bidang ekonomi.

Salah satunya, sejumlah kader Muslimat NU dan perempuan binaan Prukades ternyata sudah ada yang mampu mengemas produknya dengan menarik. Bahkan memasarkannya hingga mancanegara.

“Seperti di Bengkulu, mereka menciptakan produk dari olahan ikan seperi bakso dan abon ikan. Mereka juga memproduksi minuman ringan dari bahan dasar jahe merah dan sirup terong Belanda. Mereka memasarkannya hingga ke Malaysia,” terang Ketua II PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Nurhayati Said Aqil Siroj MA.

(Baca: Catat! Ini Tiga Hal Penting dalam Gerakan Koperasi Muslimat NU)

Di sisi lain, produk unggulan yang diolah dari hasil pertanian tidak kalah menariknya. Seperti dari bahan dasar singkong yang dijadikan berbagai macam produk seperti kripik. “Kita kemas secara bagus dan menarik sehingga kita percaya diri memasarkan di toko swalayan,” tandasnya.

Workshop Prukades ini digelar PP Muslimat NU hasil kerjasama dengan Kemendes PDTT RI dan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI.

(Baca: Sosialisasi Deteksi Dini TB, Muslimat NU Magelang Hasilkan 7 Kesepakatan)

Untuk workshop di Semarang ini diikuti perwakilan dari enam kabupaten yakni Pandeglang (Banten), Musi Rawas (Sumatera Selatan), Bangkalan dan Sumenep (Jawa Timur), Lombok Timur (NTB) dan Timor Tengah Selatan (NTT.

Kali ini, peserta diajak memaksimalkan pemanfaatan ikan bandeng sebagai bahan dasar untuk diolah menjadi produk unggulan perdesaan karena masyarakat perdesaan, khususnya warga NU banyak bergerak di bidang petani dan nelayan. “Sehingga produk unggulan yang digarap memanfaatkan hasil pertanian dan laut,” jelas Nurhayati.


KOMPAK DI ARENA WORKSHOP: Pengurus PP Muslimat NU foto bersama dengan peserta workshop pengelolaan Prukades di Semarang, Jawa Tengah. | Foto: MANU Online

Beberapa peserta bahkan ada yang sudah berwirausaha tingkat rumahan. Ada pula yang menjadi organizer bagi desa sekitar untuh hasil olahan ikan.

Choiriyah dari Sampang Madura, misalnya, telah memproduksi bandeng presto yang dipasarkan di lingkungan tempat tinggalnya. Selain itu, Hj Maryam yang juga Ketua Muslimat NU Lombok Timur, NTB telah beberapa tahun mengkoordinir desa di Kabupaten Lombok Timur untuk memproduksi terasi dan pangan olahan ikan.

Meski demikian, masih terdapat problem yang terungkap pada kegiatan ini. Di antaranya persoalan hasil produksi yang tidak tahan lama, kekurangan peralatan modern, pengemasan atau packaging, serta pemasaran yang belum maksimal.• rizky

Baca juga

Hidmat Muslimat NU Intensifkan Pelatihan Budidaya Tanaman Cabai

MNU Online | JAKARTA – Himpunan Da’iyah dan Majelis Taklim (Hidmat) Muslimat NU kembali menggelar …

Watch Dragon ball super