Harlah ke-71 Muslimat NU

Dari Tasikmalaya, Khofifah Ajak Warga Muslimat NU Ikut Jaga Masjid


JAGA MASJID: Ketum Khofifah IP saat memberi taushiyah pada peringatan Harlah yang digelar PC Muslimat NU Tasikmalaya, Minggu (30/4). | Foto: PWMNU Jabar

MNU Online | TASIKMALAYA – Sekitar 5.000 warga Muslimat NU se-Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, hadir di Pondok Pesantren Cipasung, Minggu (30/4). Mereka berkumpul untuk memperingati Harlah ke-71 yang digelar PC Muslimat NU Tasikmalaya.

Harlah semakin meriah dengan kehadiran Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi. Dalam sambutannya, dia mengajak warga Muslimat NU di seluruh tingkatan agar ikut menjaga masjid dengan cara mengisi kegiatan yang bergerak dari masjid ke masjid.

“Kalau Rasulullah Muhammad Saw di-isra’-kan Allah Swt minal Masjidil Haram ilal Masjidil Aqsa, maka saya mengajak ibu-ibu semua dalam melakukan pengajian, majelis taklim, agar lebih banyak dilakukan di masjid,” katanya.

(Baca: Camat Rajadesa: Muslimat NU Terdepan Bantu Program Pemerintah)

Khofifah memahami usia ibu-ibu yang masih mengalami datang bulan, tapi hal itu tidak boleh menjadi penghalang karena bagi yang sedang tidak shalat bisa di serambi.

Kalau sampai masjid tidak diisi dengan pengajian NU dan Muslimat NU, tegas Khofifah, maka akan diisi oleh mereka yang banyak sekali perbedaannya dengan NU. “Karena itu saya ingin Muslimat NU ikut menjaga masjid,” tandasnya.

Masjid, kata Khofifah, harus menjadi tempat dimana semakin kita perbanyak dzikir maka makin tenang suasana batin, semakin tenang suasana warga bangsa.

“Sekali lagi saya pesan, perbanyak kegiatan Muslimat NU berbasis masjid, banyak bergerak dari masjid ke masjid. Isilah masjid dengan kegatan yang banyak memberikan ketenangan dan kedamaian bagi masyarakat,” katanya.

Imam Shalat Tarawih


PENUH SESAK: Sekitar 5.000 warga Muslimat NU se-Kabupaten Tasikmalaya menghadiri Harlah di Pondok Pesantren Cipasung, Minggu (30/4). | Foto: MNU Online

Tak hanya warga Muslimat NU, Khofifah juga mengajak pengurus PCNU Kabupaten Tasikmalaya agar menyiapkan kegiatan Banom, lajnah maupun lembaga NU bergerak dari masjid ke masjid.

Terlebih sebentar lagi seluruh masjid akan menyelenggarakan shalat tarawih. PCNU sudah seharusnya menyiapkan para imam shalat tarawih serta pengisi pengajian kultum tarawih maupun shalat subuh.

“Kalau NU insyaalaah tinggal pilih. Kader-kader NU bacaan al Qur’annya, tajwid maupun maharijul huruf-nya insyaallah bagus-bagus,” katanya.

(Baca: Minta Hadiah Al Fatihah, Bukti Kasat Narkoba Warga NU)

Bahkan di Masjid Istiqlal pengisih kultum tarawih, subuh maupun kajian duhah diisi perempuan. “Jika mengikuti referensi Masjid Istiqlal, sangat mungkin pengisi kultum di masjid lain juga bisa diisi perempuan dan saya berharap itu warga Muslimat NU,” katanya yang disambut aplaus jamaah.

Bagi Khofifah, itu semua adalah PR supaya warga NU bisa menjadi bagian dari penyelesaian masalah. “Jangan kemudian perbedaan menjadi firqah. Tapi kita harus melihat perbedaan itu sebagai rahmat, sehingga bisa saling menghormati dan menghargai satu sama yang lain,” tegasnya.• lul, nur

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super