Darurat Narkoba, Muslimat NU Kediri Siap Partisipasi Turunkan Angka

penyuluh-narkoba-1

BAHAYA NARKOBA: Sosialisasi bahaya narkoba dalam rapat rutin PC Muslimat NU Kabupaten Kediri. | Foto: MNU Online

MNU Online | KEDIRI – Indonesia darurat narkoba. Jawa Timur ranking satu se-Indonesia dalam hal jumlah kasus. Sementara untuk wilayah Jawa Timur, Kabupaten Kediri menempati urutan kedua.

Menanggapi data yang disampaikan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri tersebut, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Kediri, Dra Hj Mudawamah MHI menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam penanggulangan. “Kami siap berpartisipasi dalam barisan untuk menekan angka tersebut,” ujar Mudawamah.

Seorang penyuluh BNN Kabupaten Kediri, Rusdi Danurwindo mengungkapkan bahwa keberadaan narkoba telah memasuki segala lapisan masyarakat. Mulai kalangan pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum. “Untuk wilayah Indonesia, pada 2015, sebanyak lima juta orang teridentifikasi sebagai pecandu,” ujar pria asal Solo tersebut.

Data tersebut diketahui dari hasil penelitian Universitas Indonesia (UI) dengan BNN. “Padahal, kasus narkoba merupakan fenomena gunung es. Jadi yang terlihat hanya puncaknya. Sehingga sangat mungkin jumlahnya lebih besar dari angka tersebut,” jelas Rusdi saat Sosialisasi Bahaya Narkoba dalam Rapat Rutin PC Muslimat NU Kabupaten Kediri di Graha Muslimat NU Kabupaten Kediri, Sabtu (30/4).

Dalam forum rutin Sabtu Kliwon yang dihadiri 26 PAC Muslimat di wilayah Kabupaten Kediri tersebut, Rusdi juga menyampaikan temuan kasus terbaru di Kabupaten Kediri.

“Pekan lalu, di Kepung, seorang pemuda ditangkap karena diketahui membawa sebanyak 80 ribu pil koplo jenis trihexyphenidyl atau yang biasa dikenal dengan sebutan double L siap edar,” paparnya.

Lanjut Rusdi, pil yang bisa mengakibatkan di antaranya lidah kelu, mulut perot, liur menetes serta leher sulit digerakkan tersebut harganya sangat terjangkau. “Cukup dengan uang seribu rupiah maka bisa mendapatkan sebutir pil double L,” tambahnya.

Berdasarkan pengakuan pemuda yang ditangkap tersebut, langganannya adalah tukang batu, tukang cangkul dan sebagainya. Rata-rata karena beranggapan bahwa itu merupakan obat penambah tenaga, badan menjadi ringan dan bertambah semangat bekerja. “Padahal dampaknya sedemikian buruk,” tandasnya. ♦ dwa

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super