Halal bi Halal PCMNU Kab Mojokerto

Didik Anak, Ini Pesan Muhasabah Khofifah dari Bumi Majapahit


HALAL BI HALAL: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memberikan mau’idhoh hasanah pada acara Halal bi Halal Keluarga Besar PC Muslimat NU Kabupaten Mojokerto. | Foto: MNU Online

MNU Online | MOJOKERTO – Sampai hari ini, mendidik anak seolah-olah hanya menjadi tugas para ibu. Padahal perintah Al Qur’an dalam surat Luqman: Menanamkan akidah, syariat maupun akhlakul karimah justru kewajiban utama para bapak.

Karena itu, Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi mengajak kita semua, terutama para bapak, untuk menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap 23 Juli sebagai momen muhasabah (introspeksi).

“Saya tanya, kalau sudah sore begini siapa yang biasanya mengingatkan putra-putrinya untuk shalat. Nak, shalat Nak..?” tanya Khofifah yang dijawab koor jamaah Muslimat NU, “Ibu..”

Padahal, lanjut Khofifah, kata Al Qur’an, “Yaa bunaiya aqimish shalaat.. (QS Luqman Ayat 17). Mengingatkan, mengajak, mendidik anak untuk shalat itu tugas bapak.”

(Baca: Khofifah Sebut Ponpes Benteng Pertahanan ‘PBNU’)

Ajakan muhasabah dari Bumi Majapahit — sebutan Kabupaten Mojokerto — tersebut disampaikan Khofifah saat memberikan mau’idhoh hasanah pada acara Halal bi Halal Keluarga Besar PC Muslimat NU Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, di halaman kantor PCNU, Minggu (23/7).

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PBNU, KH Hanief Saha Ghafur; Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); pengurus PCNU, PCMNU dan PWMNU serta ribuan warga Muslimat NU.

Lanjut Khofifah, ayat 17 tersebut pada tataran syariat. Lalu bagaimana dengan persoalan akidah? Sama. Waidz qaala luqmanu laabnihi wahuwa ya’izhuhu yaa bunai ya laa tusyrik billahi innasysirka lazhulmun azhiim (QS Luqman Ayat 13).

(Baca: Penguatan Ekonomi dan Layanan, PPMNU Teken MoU dengan Tiga Pihak)

“Pada posisi seperti ini, menurut Al Qur’an itu tugas bapak. Tapi sering kali di tengah masyarakat yang melakukan itu ibu. Ini koreksi kita sebagai sebuah keluarga,” terangnya.

Begitu pula soal akhlak, bapak berkewajiban utama mendidik perilaku anak. Dia mencontohkan anak yang sudah memasuki usia remaja, “Jangan pacaraan Nak, dosa Nak. Biasanya yang seperti itu siapa?” tanya Khofifah yang, sekali lagi, dijawab: Ibu.

“Nah, tuh (jawaban ibu-ibu) Kiai Hanief,” sambung Khofifah, sementara Kiai Hanief hanya tersenyum mendengar jawaban ibu-ibu. Jadi ini semua tanggung jawab utama para bapak, begitu menurut Al Qur’an,” tandasnya.

Persaudaraan Bangsa


TUGAS UTAMA BAPAK: Ketum Nyai Hj Khofifah IP mengingatkan tugas utama dalam mendidik anak adalah kewajiban para bapak. | Foto: MNU Online

Mengisi akidah, syariat, akhlakul karimah, termasuk berbangsa dan bernegara, lanjut Khofifah, bukanlah pekerjaan gampang. Perlu dilakukan sejak dini, termasuk lewat lembaga pendidikan formal.

Karena itu, pendidikan menjadi salah satu konsen Muslimat NU dalam melayani umat. “Di Jatim kita punya 7.000 TK dan PAUD, tanamakan pendidikan sejak dini. Mulai PAUD, TK, isi anak-anak lewat keberagaman Indonesia yang terdiri dari 17.564 pulau,” katanya.

(Baca: Soal Perppu Ormas, Muslimat NU Sejalan dengan PBNU)

Jumlah pulau yang puluhan ribu, tambah Khofifah, menunjukkan kalau penduduk Indonesia sangat beragam. “Pulaunya banyak, Bahasanya banyak, juga ada 714 suku. Itu harus ditanamkan pada anak sejak PAUD, TK, bahwa kita ini harus membangun persaudaran,” katanya.

Wa’tashimu bihablillahi jami’au wala tafarroku.. (QS Ali Imoron 103). Ayo disambung persudaraan, jangan berpecah belah.”

Maka, dalam konteks halal bi halal yang diselenggarakan PC Muslimat NU Mojokerto ini, silaturahim menjadi sangat penting untuk menyambung persudaraan dan kasih sayang. “Kemudian kita mulai maaf lahir batin, tapi kok lewat SMS, WA, waduh,” ucapnya.

(Baca: Aktif Berkegiatan, Warga Muslimat NU Jangan Lupa Ketahanan Keluarga)

Bagaimanapun, sambung Khofifah, silaturahim secara langsung, bersalaman, bisa lebih merasakan perbedaan ketimbang sebatas lewat SMS.

“Salaman itu maknanya keselamatan, kedamaian. Kalau kita sudah menyambung kasih sayang, maka akan menyambung kedamaian, keselamatan karena yang kita butuhkan keselamatan dunia akhirat. Damai di hati, damai lingkungan kita dan damai bangsa kita,” paparnya.• nur

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super