Pelantikan PCMNU Sidoarjo

Pengurus Diminta Pastikan Seluruh Program Berjalan Maksimal

darjo

SAMBUTAN KETUM: Khofifah memberikan sambutan usai pelantikan pengurus PC Muslimat NU Sidoarjo | Foto: MNU Online

MNU Online | SIDOARJO – Bertempat di Aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (17/7), pengurus Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Sidoarjo periode 2016-2021 dilantik. Dihadiri Bupati Saiful Ilah, pengurus PCNU dan seluruh banom serta organisasi wanita lainnya.

Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa yang turut menghadiri pelantikan dalam arahannya mengajak pengurus baru berlomba-lomba memastikan seluruh program berjalan maksimal. Agar kebaikan yang sudah terbangun selama Ramadhan berlanjut di bulan Syawal dan seterusnya.

“Seluruh pengurus yang baru dilantik, tolong konsolidasi secara programatik, sistemik. Hal itu juga sering saya sampaikan ke Bu Fatma Asegaf, Bu Faridah Wahid dan Bu Ainun Jariyah yang sekarang ketua PC Sidoarjo ini,” katanya.

Untuk memastikan program berjalan maksimal, kata Khofifah, ada empat hal yang harus dilakukan. “Kalau Bu Masruroh Wahid (ketua PW Muslimat NU Jatim) menyampaikan bagaimana kita harus kerja keras, maka saya sering menambahkan tiga hal lainnya yakni kerja cerdas, ikhlas dan tuntas.”

darjo-2

PENGURUS BARU: Khofifah, Bupati Saiful Ilah, jajaran pimpinan PCNU serta pengurus baru PC Muslimat NU Sidoarjo berpose bersama. | Foto: MNU Online

Bagi Khofifah, empat hal itu mesti terus dilakukan dengan sungguh-sungguh. “Kerja keras sudah kita lakukan, kerja cerdas kadang-kadang masih kurang, kerja ikhlas sudah, tetap kerja tuntas sering kali masih kurang,” tambahnya.

Selain itu, kehadiran pimpinan PCNU dan banom juga membuktikan kebersamaan keluarga NU. “Jikalau kemarin ada perbedaan maka hal itu adalah bagian dari freedom of expression di antara kita, tak ada masalah,” katanya.

Khofifah lantas menyitir potongan Ayat Al Qur’an. “.. Walausya’aallahu laja`alakum ummatan wahidah, walakin liyabluwakum fi maa atakum, fastabiqul khairat. Ilallahi marji`ukum jami`a fayunab biukum bimakuntum fihi takhtalifun.” (QS: Al Maidah Ayat 48)

Menurutnya, ayat ini tepat untuk semua pihak melakukan muhasabah dari seluruh proses khidmat kepada jamiyah Nahdlatul Ulama. Sebab, lanjutnya, kalau Allah mau menjadikan seluruh Sidoarjo pionernya cuma satu format saja, Allah punya kemampuan dengan qudrot dan irodat-Nya.

“Tetapi Allah menciptakan beragam ekspresi, pendapat, pilihan dan Al Qur’an memberikan garis ke kita pada posisi supaya bersama-sama ber-fastabiqul khoirot setelah selesai proses yang sudah berjalan,” tandasnya. ♦ nur

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super