Home » WARTA »


Dilirik Jadi Cawapres, Khofifah Masih Fokus di Muslimat

khofifahJAKARTA-Dilirik banyak  Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk Pilpres 2014 tak membuat Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa jumawa. Bahkan, ia enggan terburu-buru menentukan sikap karena tahun 2014 masih jauh. “Tahun 2014 masih jauh,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (31/12).

Menurut Khofifah, banyaknya tawaran tersebut akan dipertimbangkannya dengan melihat dan mengukur beban bangsa di tengah dinamika ekonomi dan politik global serta kemandirian ekonomi dan politik dalam konstelasi interdependensi antarbangsa.

“Masing-masing kita tentu akan mengukur beban bangsa ditengah dinamika ekonomi dan politik global serta kemandirian ekonomi dan politik dalam konstelasi interdependensi antarbangsa,” jelas Khofifah.

Soal namanya yang diklaim masuk ke partai Golkar dan memiliki Kartu Tanda Anggota(KTA), mantan anggota DPR RI dari PKB ini membantahnya. Yang jelas katanya, Ketua Umum Muslimat NU tidak diperbolehkan dalam AD/ART NU merangkap pengurus partai. “Ada-ada aja,” katanya.


Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, sejak 2005 ia sudah bukan pengurus partai manapun. “Saya melayani msyarakat melalui berbagai layanan institusi, terutama melalui Muslimat NU,” jelasnya.

Selain menjabat sebagai Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah kini juga menjadi Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Dekopin dan Muslimat menjadi media baginya untuk memperjuangkan orang kecil.

“Selanjutnya melalui Dewan Koperasi Indonesia, saya  berharap program ekonomi yang lebih pro poor dan bernuansa pemerataan dapat kita wujudkan. Perjalanan saya ke berbagai forum tiga tahun terahir, sebagian besar di forum koperasi atau lintas agama,” katanya.

Dikatakannya, di layanan akar rumput, bersama Muslimat, ia melakukan pemberantasan buta huruf, meningkatkan cakupan imunisasi, mendirikan lembaga PAUD, menanam pohon dimana saja. “Jika hal tersebut tertangkap radar partai politik, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih. Tetapi sejatinya semua layanan benar-benar saya dedikasikan untuk masyarakat dan bangsa Indonesia,” pungkasya.

Khofifah, mengawali karir politik sebagai pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997). Tahun 1999, ia sempat menduduki posisi Wakil Ketua DPR.
Awal era Reformasi, Khofifah hijrah dan ikut membidani berdirinya PKB. Saat Gus Dur menjadi presiden, wanita kelahiran 19 Mei 1965 ini didaulat menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan periode 1999-2001.

Pada Pilgub Jatim 2009 lalu, ia sempat mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur. Oleh lembaga survey, ia sempat dinyatakan menang. Namun, melalui hitungan KPU ia dinyatakan kalah. Proses Pilgub Jatim, menurut temuan banyak pihak, penuh dengan kecurangan, sehingga sempat dua kali dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Kini, selain aktif di muslimat NU, Khofifah juga menduduki jabatan sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan mengisi acara sebagai juri kontes dai muda di sebuah stasiun televisi swasta nasional.mil

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super