Pelantikan Muslimat NU se-Riau

Diwarnai Deklarasi Laskar Anti Narkoba hingga Bantuan Kursi Roda

 BANTUAN KURSI RODA: Pemberian bantuan kursi roda dalam rangkaian pelantikan pengurus Muslimat NU se-Riau masa khidmat 2016-2021. | Foto: PWMNU Riau

BANTUAN KURSI RODA: Pemberian bantuan kursi roda menjadi rangkaian dalam acara pelantikan pengurus Muslimat NU se-Riau masa khidmat 2016-2021. | Foto: PWMNU Riau

MNU Online | ROKAN HULU – Di tengah suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, pengurus Muslimat NU se-Provinsi Riau masa khidmat 2016-2021 dilantik. Pelantikan dipusatkan di Gedung Islamic Center, Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Minggu (11/12).

Selain pelantikan, acara juga diwarnai deklarasi Laskar Anti Narkoba hingga pemberian bantuan kursi roda untuk penyandang disabilitas serta renovasi rumah bagi keluarga tak mampu.

Kehadiran pejabat, tokoh agama, tokoh masyarakat, warga Muslimat NU serta Nahdliyin se-Kabupaten Rohul kian memeriahkan acara.

(Baca: Wakil Bupati Ajak Muslimat NU Kawal Pembangunan di Kabupaten Bulukumba)

Tampak hadir Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA dan jajaran, kepala Dinsos provinsi dan kabupaten, kepala PSBR (Panti Sosial Bina Remaja), Plt Bupati Rohul H Sukiman serta pejabat lainnya.

Dalam amanatnya, Khofifah mengajak hadirin untuk bermuhasabah atas apa yang sudah dilakukan, di samping terus meningkatkan peran serta di dalam masyarakat dengan tidak hanya melakukan dakwah bil-lisan atau bil-hal tetapi juga mengupayakan dakwah bil-mal.

“Saya juga meminta dan berharap agar anak-anak dijauhkan dari pergaulan yg salah. Seks bebas, bahaya narkoba maupun perilaku menyimpang lainnya,” katanya.

 LASKAR ANTI NARKOBA: Penandatanganan deklarasi Laskar Anti Narkoba yang dilakukan pengurus Muslimat NU, pejabat, tokoh agama serta tokoh masyarakat. | Foto: PWMNU Riau

LASKAR ANTI NARKOBA: Penandatanganan deklarasi Laskar Anti Narkoba dilakukan pengurus Muslimat NU, pejabat, tokoh agama maupun tokoh masyarakat. | Foto: PWMNU Riau

Pada bagian lain, Khofifah menekankan agar semua pihak menghindari ujaran kebencian atau hate speech untuk menjaga kerukunan baik di internal umat Islam maupun antaragama.

“Boleh kita berbeda dalam melakukan ibadah tetapi jangan antara yang satu dengan lainnya mengejek dan menyikut,” katanya.

(Baca: Terima Amanah, Rais Syuriah PWNU Sulsel Minta Pengurus Majukan Muslimat NU)

Khofifah mencontohkan ketika ada kelompok masyarakat tahlilan, maka kelompok lain yang tidak biasa tahlilan tidak perlu mengejek dengan ujaran yang menyudutkan.

“Mari bersama-sama untuk mampu menghindari hate speech,” tuntasnya.• nur

Baca juga

Muslimat NU Kota Kediri Sambut Antusias Pelatihan Kebencanaan

MNU Online | KEDIRI – 100 anggota Muslimat NU Kota Kediri mengikuti kegiatan Penyebaran Informasi …

Watch Dragon ball super