Harlah ke-71 Muslimat NU

Doa Cucu Syeikh Abdul Qadir Jailani untuk Warga Muslimat NU Surabaya


KAGUMI MUSLIMAT NU: Maulana Syekh Afifuddin al Jailani mendokan warga Muslimat NU yang hadir di peringatan Harlah agar selalu mendapat berkah dari Allah Swt. | Foto: MNU Online

MNU Online | SURABAYA – Pembawaannya tenang dan berwibawa. Senin (24/4), Maulana Syekh Afifuddin al Jailani, cucu Syeikh Abdul Qadir al Jailani hadir di peringatan Harlah ke-71 yang digelar PC Muslimat NU Surabaya di depan kediaman Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi di Jemursari, Surabaya.

Dalam ceramahnya, Syekh Afifuddin lebih banyak menunjukkan peran penting wanita dalam perjalanan sebuah bangsa serta kekagumannya kepada jamaah Muslimat NU, khususnya sekitar 10 ribu jamaah Muslimat NU Surabaya yang hadir di majelis peringatan Harlah.

Dia lantas bertanya, “Di seluruh dunia, kira-kira ada berapa banyak majelis yang isinya kaum wanita, duduk bersama karena ketakwaaanya kepada Allah dan cintanya kepada Rasulullah?” Secara serentak jamaah menjawab,”Muslimat NU.”

(Baca: Menghijau! 10 Ribu Warga Muslimat NU Surabaya Peringati Harlah)

Syekh Afifuddin pun membenarkan. “Ya, mungkin hanya ada di sini (Muslimat NU). Apalagi saya terinformasikan di seluruh Indonesia jumlah anggotanya sebanyak 40 juta. Luar biasa! Andai ada kata yang melebihi luar biasa saya akan mengatakannya,” ucapnya.

Ulama besar dari Baghdad, Irak, itupun mendokan warga Muslimat NU Surabaya. “Saya memohon kepada Allah Swt, agar yang ikhlas hadir di majelis ini diberikan keberkahan, dikabulkan doanya, mendapatkan curahan rahmat dan diangkat derajatnya,” katanya.

Majelis ini, lanjut Syekh Afifuddin, sangat penting karena isinya kaum wanita, yang mana wanita adalah bagian terpenting dalam kehidupan manusia, bangsa dan agama Islam.

(Baca: Khofifah Beber Rahasia Mengapa ‘Ya Ahlal Wathon’ Ditulis dalam Bahasa Arab)

“Sebab di bawah kaki seorang ibu terdapat surga. Begitu juga ketika seorang lelaki beristri, maka dia mendapat kesempurnaan dari separuh agamanya. Pun ketika nanti ibu melahirkan anak wanita, maka anak itu akan menjadi penghalang orang tuanya dari siksaan Allah,” paparnya.

Sebuah bangsa juga tidak akan menjadi besar dan makmur, tuturnya, melainkan karena peranan dan berkat didikan ibu yang berpengaruh besar terhadap kualitas generasi.

“Ibu ibarat madrasah yang akan melahirkan kader dan bila disiapkan dengan benar akan menghasilkan kader yang agung. Dan para pencetak kader yang agung itu sekarang saya lihat di sini, yaitu Muslimat NU di bawah kepemimpian Ibu Khofifah,” katanya.• nur

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super