Dorong Profesionalisme Koperasi, Dinkop Sumut-Inkopan Gelar Pelatihan

SANYO DIGITAL CAMERA

MNU Online | JAKARTA – Kondisi koperasi yang ada di Indonesia sangatlah memprihatinkan. Koperasi yang dikelola masyarakat banyak yang tidak diurus dengan manajemen yang mewadahi. Dari tampilan luarnya, bangunan yang digunakan sebagai kantor koperasi banyak yang terlihat kumuh dan gelap, pembukuannya tidak jelas, begitu pula staffnya . Namun demikian, masih banyak juga koperasi di Indonesia yang bisa bertahan hidup sampai saat ini.

Demikian disampaikan Hermansyur, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Koperasi Provinsi Sumatra Utara dalam sambutannya pada Pelatihan Perkoperasian di Kalangan Kelompok Strategis di Asean Internasional Hotel Medan, Rabu (18/4).

Hermasyur memaparkan, hambatan yang selama ini dialami oleh para pengurus koperasi di banyak daerah berkaitan dengan perijinan, pembiyaan, manajemen dan pengembangan usaha koperasi. Kenyataan di lapangan, kaum perempuan di perkotaan sampai pelosok desa banyak yang menekuni usaha kecil.

Usaha kecil, katanya, membuat kelompok perempuan mampu mengembangkan perekonomian keluarga. Kelompok perempuan ini awalnya mengembangkan usaha tanpa badan usaha dan berbadan hukum. Permasalahan muncul justru ketika usaha kecil yang himpun kelompok perempuan tersebut sudah berbadan hukum, lama kelamaan usahanya menyempit.

“Di tengah permasalahan koperasi tersebut, kini saatnya kita berubah. Mari kita benahi koperas kita sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Koperasi berbeda dengan perusahaan. Koperasi dapat memberi manfaat langsung kepada anggotanya. Tiap tahun ada pembagian THR dan hadiah tahun baru. Di Koperasi semua anggota bisa menentukan para pengurusnya, menentukan besaran bagi hasil, memeriksa keuangan dan bahkan mencopot pengurus. Apakah itu bisa dilakukan di perusahaan?” jelas Hermansyur.

Secara terpisah, Ketua Induk Koperasi An-Nisa Muslimat NU Hj Darwani Pasaribu berharap pelatihan ini sukses dan mampu melahirkan manajer koperasi yang andal. “Ketika kita memiliki koperasi yang dikelola secara professional, maka ke depan kita akan menjadi masyarakat yang mandiri seperti yang telah dirumuskan Muslmat NU dalam master plannya,” Kata Darwani.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan dari Dinas Koperasi Provinsi Sumatera Utara, Tarsim Purba,  mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan atas kerjasama Induk Koperasi An-Nisa Muslimat NU dengan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) ini memiliki lima tujuan utama antara lain, untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan perkoperasian di kalangan masyarakat.

Dikatakannya, dengan pengetahuan yang dimiliki peserta tersebut diharapkan terjadi transfer pengetahuan kepada lingkungan sekitarnya. Kedua, menciptakan kesadaran berkoperasi kepada masyarakat.  “Setelah kesadaran berkoperasi muncul, tujuan yang ingin dibidik dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan jumlah koperasi berkualitas di masyarakat. Selain itu pelatihan ini juga untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat. Dengan berkoperasi, kita mengharapkan pengangguran dan kemiskinan dapat berkurang secara signifikan,” jelasnya. ♦ sus

Baca juga

Gandeng Tekomsel-Bulog, Penara Layani Keuangan Digital dan Bahan Pangan Murah

MNU Online | BANDUNG BARAT – Untuk membiasakan masyarakat melakukan transaksi non tunai, Penara (Perempuan …

Watch Dragon ball super