Dua Rekor MURI Terukir di Harlah ke-70 Muslimat NU

 JILBAB TERBANYAK: Puncak Harlah ke-70 di Malang pecahkan eekor MURI jilbab terbanyak. | Foto: MNU Online

JILBAB TERBANYAK: Puncak Harlah ke-70 di Malang pecahkan rekor MURI jilbab terbanyak. | Foto: MNU Online

MNU Online | MALANG – 50 ribu lebih warga Muslimat NU memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu (26/3). Mereka datang dari penjuru tanah air untuk menghadiri puncak Harlah ke-70 sekaligus memecahkan dua rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

Meski acara puncak baru dimulai pukul 14.00 WIB, mereka membanjiri stadion sejak pagi. Terik matahari yang menyengat bukan penghalang. Mereka menyiasati dengan memakai payung, tetap duduk di lapangan sambil melantunkan shalawat.

Menjelang pembukaan, stadion yang semula tenang, berubah bergemuruh saat Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa memasuki panggung kehormatan. Khofifah lantas turun dari panggung untuk menyapa warganya, mengajak bernyanyi dan bershalawat, “Sholatun bissalammilmubin..

Puluhan ribu ibu-ibu berseragam batik hijau langsung menyambut penuh antusias ajakan sang ketua umum. Setelah bershalawat, Khofifah kembali naik ke panggung untuk menemani Presiden Joko Widodo serta pejabat lainnya. Di antaranya Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Hadir pula dari jajaran pengurus PBNU, Rais Aam KH Ma’ruf Amin dan Sekjen Helmy Faishal Zaini.

Setelah itu pemecahan rekor MURI dimulai. Ibu-ibu Muslimat NU yang semula berjilbab hijau, dalam hitungan kesembilan menggantinya dengan jilbab putih. Gajayana memutih, tak hanya di lapangan tapi juga di seluruh tribun. Presiden yang menyaksikan langsung berulang kali menganggukkan kepala tanda memberi apresiasi.

(Baca: Di Hadapan Presiden, Muslimat NU Deklarasi Laskar Anti Narkoba)

Rekor MURI 50 jilbab putih diiringi shalawat badar dan konfigurasi membentuk Harlah ke-70 Muslimat NU oleh 1946 santri dan pelajar Kota Malang terukir.

Pemecahan rekor pemakaian jilbab terbanyak ini sekaligus menguatkan identitas Indonesia sebagai salah satu kiblat fashion jilbab dunia. “Jilbab ini swadaya dari ibu-ibu Muslimat NU,” kata Khofifah.

 REBANA TERBANYAK: Puncak Harlah ke-70 di Malang pecahkan rekor MURI rebana terbanyak. | Foto: MNU Online

REBANA TERBANYAK: Puncak Harlah ke-70 di Malang pecahkan rekor MURI rebana terbanyak. | Foto: MNU Online

Selain itu, lanjut Khofifah, pemecahan rekor tersebut juga memiliki pesan bahwa Muslimat NU senantiasa menguatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta industri kreatif yang diinisiasi kaum perempuan.

Setelah stadion memutih, ibu-ibu Muslimat NU kemudian mengeluarkan rebana untuk pemecahan rekor MURI rebana terbanyak. Semua yang hadir di stadion — termasuk Presiden Joko Widodo — bediri untuk menabuh rebana sambil melantunkan shalawat.

Selain pemecahan dua rekor MURI, puncak Harlah diwarnai ikrar dan deklarasi anti narkoba. Aksi ini wujud keseriusan Muslimat NU dalam mencegah serta memberantas penyalahgunaan narkoba di semua lapisan masyarakat dan dimulai dari keluarga.

Ikrar dipimpin tiga perwakilan PW Muslimat NU, yakni Hj Masruroh Wahid (Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur), Hj Dinawati (Ketua PW Muslimat NU Provinsi Riau), dan Andi Majda (Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan). Turut mendampingi Khofifah serta relawan anti-narkoba, Ivan “Slank”.

“Kami berikrar bersatu melawan narkoba, mendorong semua ibu agar keluarga bebas narkoba dan mendukung hukum berat bagi penyalahguna narkoba,” kata ketiga perwakilan PW Muslimat NU secara serempak.

 LASKAR ANTI NARKOBA: Puncak Harlah ke-70 di Malang diwarnai deklarasi Laskar Anti Narkoba. | Foto: MNU Online

LASKAR ANTI NARKOBA: Puncak Harlah ke-70 di Malang diwarnai deklarasi Laskar Anti Narkoba. | Foto: MNU Online

KH Ma’ruf Amin ikut menandatangai deklarasi bersama dengan mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Lukman Hakim Saifuddin, Zulkifli Hasan, Helmy Faishal serta Soekarwo.

“Saat ini yang harus diperangi adalah narkoba, kebodohan dan kemiskinan. Untuk memerangi itu yakni dengan cara meningkatkan kualitas SDM kita,” kata Khofifah.

Ikrar Laskar Anti-Narkoba mendapatkan apresiasi tinggi dari Presiden Joko Widodo. Keluarga, menurut presiden, merupakan pertahanan pertama agar anak tidak terjerembab di lembah narkoba. “Saya hargai. Peran ibu-ibu Muslimat NU sangat besar bagi bangsa ini,” tegasnya. • nur

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super