Dunia Bersaing dalam Kelompok, Khofifah Minta PMII Miliki Roadmap Gerakan

pmii

BANGUN DEDIKASI: Khofifah, ajak kader PMII bangun dedikasi dan loyalitas agar bisa memenangkan persaingan. | Foto: MNU Online

MNU Online | BEKASI – Situasi dunia saat ini memasuki Trans-Pacific Partnership Agreement (TPPA), perdagangan di antara kelompok-kelompok negara di dunia. Di Timur Tengah ada Uni Emrat Arab, di Eropa muncul European Union, begitu pula di Pasifik serta Asia Tenggara lewat Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dunia yang semakin kompetitif menuntut Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memiliki roadmap, agar langkah salah satu badan otonom (banom) NU itu lebih jelas dan terukur. Jika dalam perjalanaannya menemui kendala, maka bisa langsung terevaluasi.

“Sejarah masa lalu PMII harus dijadikan kekuatan hari ini. Jangan menyalahkan masa lalu agar tak terjebak romantisme,” pinta Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Kader Nasional (PKN) Angkatan V “Pembela Bangsa, Penegak Bangsa” Pengurus Besar (PB) PMII yang diikuti 45 kader se-Indonesia di Balai Diklat Kementerian Tenaga Kerja, Bekasi, 10-15 Juni.

Karena itu, Khofifah yang pernah menjadi ketua PMII perempuan pertama di cabang Surabaya itu mengajak sahabat-sahabatnya untuk memulai analisis SWOT: Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman).

Selain menganalisis SWOT terhadap struktur, kultur dan SDM, kader PMII juga diminta solid dan percaya diri. “Untuk membangun dedikasi dan loyalitas agar bisa memenangkan persaingan,” tandasnya. ♦ jey/aks

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super