Konferwil VI Muslimat NU Sulut

Era Medsos, Hati-hati dengan Jari-jari dan ‘Tukang Goreng’


MOU BIBIT CABAI: Ketum Hj Khofifah IP (kiri) menyaksikan penandatangan MoU bantuan dan penyaluran bibit cabai. | Foto: MNU Online

MNU Online | MANADO – Era media sosial (Medsos) , jika tidak ditelaah dengan baik, segala hal bisa menjadi kabur. Bahkan yang benar seolah-olah menjadi tidak benar kalau sudah kena hoax dan viral.

“Apalagi yang tidak benar bisa ‘digoreng’ sana-sini. Jadi hati-hati, lakukan tabayyun kalau ada postingan yang mampir di smartphone kita,” ujar Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) VI PW Muslimat NU Sulawesi Utara (Sulut) di Balai Diklat Keagamaan Manado, Kamis (11/5).

Konferwil yang berlangsung selama tiga hari ini, Kamis-Sabtu (11-13/5) ini dirangkai dengan Harlah ke-71 Muslimat NU, Peringatan Isra’ Mi’raj 1438 H, Deklarasi Laskar Anti Narkoba dan Penandatanganan Kerjasama (MoU) dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulut untuk bantuan dan penyaluran bibit cabai.

(Baca: Peringatan Isra’ Mi’raj Jadi Penyemangat Perjuangan Muslimat NU)

Khofifah menambahkan, saat ini jari-jari jauh lebih berbahaya ketimbang mulut. Kalau mulut yang keluar adalah bahasa kita, tapi kalau jari-jari adalah bahasa orang yang tidak kita kenal. Sedihnya lagi, terkadang yang mendapat kiriman tidak tahu benar-tidaknya tapi langsung ikut memviralkan.

“Pokoknya diviralkan dan kita tak tahu, tidak sadar kalau itu akan merusak keimanan, memecah belah dan memperkeruh suasana dan kekuatan pertahanan serta ketahanan nasional kita,” katanya.

Lebih miris lagi kalau meliat di grup Medsos. Biasanya anggota grup, kata Khofifah, punya kebanggan kalau tercepat dalam meng-up date informasi atau apa saja. “Sudah nggak pakai tabayyun, langsung saja kirim ke grup padahal yang dikirim tidak benar. Ini sangat berbahaya,” paparnya.

Bakar Sifat Jelek


PERANGI NARKOBA: Deklarasi Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Sulawesi Utara. Awal dari gerakan rakyat Muslimat NU perangi narkoba. | Foto: MNU Online

Karena itu, Khofifah mengingatkan agar warga Muslimat NU hati-hati. Kalau tidak, sudah memviralkan sesuatu yang tidak benar dan menjadi bahan bagi ‘tukang goreng’ untuk menebar fitnah kesana-kemari. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan.

“Lewat hikmah peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw ini, mari kita bangun minal masjid ilal masjid, dari satu tempat yang suci ke tempat suci lainnya. Kita bangun dari hati yang bersih ke hati bersih lainnya.”

(Baca: Forum Komunikasi, Wadah Muslimat NU DIY Perkuat Komitmen Berorganisasi)

Jangan sampai di bulan suci nanti, kata Khofifah, sembarangan nge-share di Medsos. Sepertinya puasa, tapi kebasahan puasa menjadi tanda tanya besar karena tangan kita kurang dijaga.

“Mudah-mudahan di Ramadhan nanti kita lebih baik. Ramadhan itu artinya membakar dan yang dibakar sifat-sifat hasut, iri, dengki, membenci maupun sifat jelek lainnya. Kalau selesai Ramadhan kok nggak terbakar, ya nggak tahu ini puasanya diterima apa nggak,” katanya.• lul, nur

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super