Penguatan Dakwah bil Mal

Gali Potensi Zakat, Muslimat NU Siap Berperan Mulai dari Ranting


POTRET KEMANDIRIAN & KEIKHLASAN: Warga Muslimat NU datang dari berbagai pelosok dengan transportasi pick-up untuk menghadiri Harlah yang digelar PC Muslimat NU Kabupaten Tasikmalaya. | Foto: MNU Online

MNU Online | TASIKMALAYA – Potensi zakat yang disalurkan muzakki (pengeluar zakat) lewat Muslimat NU ternyata cukup besar. Agar lebih tertata dan tepat sasaran, Ketua Umum PP Muslimat NU Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi meminta pengumpulan dimulai dari ranting (tingkat desa).

“Nanti diatur, karena pimpinan ranting mungkin akan bertemu aghniya (orang kaya) di ranting masing-masing. Ini sudah dilakukan Muslimat NU Surabaya dan ternyata besar sekali zakat yang disalurkan lewat Muslimat NU,” kata Khofifah saat memberi taushiyah pada peringatan Harlah k-71 yang digelar PC Muslimat NU Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, di Pondok Pesantren Cipasung, Minggu (30/4).

(Baca: Dilengkapi Show Room, Kantor Baru Muslimat NU Tasikmalaya Diresmikan Khofifah)

Menurut Khofifah, sebetulnya Muslimat NU sangat memungkinkan untuk mengumpulkan zakat. Meski tak mudah, tapi jika melihat daya juang dan keikhlasan ibu-ibu Muslimat NU, Khofifah yakin hal itu bisa dilakukan dengan baik dan benar.

Selain itu, upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan dakwah bil mal melalui dakwah Muslimat NU. “Jadi saya mohon ibu-ibu pengurus ranting maupun Ancab nanti dibahas di PC,” pintanya.

Atasi Kemiskinan


SIAP SALURKAN ZAKAT: Warga Muslimat NU yang tersebar hingga tingkat ranting (desa) sangat memungkinkan mengelola penyaluran zakat. | Foto: MNU Online

Khofifah menambahkan, zakat menjadi salah satu sumber dana potensial yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jika kita ambil 2,5 persen saja, tentunya sudah mendapat nilai yang besar, belum lagi potensi wakaf,” paparnya.

Berdasarkan perhitungan Baznas, kata Khofifah, ada potensi hingga Rp 217 triliun yang bersumber dari zakat. Jika hal itu ditaati muzakki dan dikelola dengan baik, maka bisa ikut memaksimalkan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

(Baca: Dari Tasikmalaya, Khofifah Ajak Warga Muslimat NU Ikut Jaga Masjid)

Namun potensi tersebut menjadi kecil karena tidak sedikit dari umat Islam yang masih mengesampingkan kewajiban berzakat, dibandingkan menjalankan empat rukun Islam lainnya.

“Karena itu, masih perlu berbagai upaya untuk mengajak umat Islam berzakat, mengingat bulan Ramadhan sudah dekat dan pada umumnya umat Islam mengeluarkan zakat pada bulan suci ini,” katanya.• lul, nur

Baca juga

JANGAN BERHENTI DI LEVEL GUBERNUR: KH Said Aqil Siroj, kader-kader terbaik NU harus menjadi penentu kebijakan nasional. | Foto: MNU Online

Ketum PBNU: Sukses Kader Terbaik NU Jangan Berhenti di Level Gubernur

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA …

Watch Dragon ball super