Pelayanan Sosial Dasar PPMNU

Gandeng Kemendes Sejak 2007, Muslimat NU Bina 36 Desa


TINGKATKAN KUALITAS MASYARAKAT: Nyai Hj Nurhayati (dua dari kanan), tim PDT PP Muslimat NU telah membina 36 desa di seluruh Indonesia. | Foto: MNU Online

MNU Online | PANGKEP – Hampir 10 tahun PP Muslimat NU bekerjasama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Dalam kurun waktu itu, tim PDT PP Muslimat NU telah membina 36 desa di seluruh Indonesia.

Upaya ini dilakukan, di antaranya untuk meningkatkan kualitas masyarakat, khususnya pemberdayaan perempuan desa.

“Pada 2012 Muslimat NU sudah membina perempuan desa dengan berbagai keterampilan. Mulai dari menjahit, kecantikan, tata boga sampai dengan bengkel,” tutur Ketua II PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Nurhayati Said Aqil Siroj MA.

(Baca: Bangun Karakter Masyarakat Lewat Pelatihan Kader Penggerak Aswaja)

Penuturan Nurhayati itu disampaikan saat membuka Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar Kerjasama PP Muslimat NU dengan Kemendes PDTT di Auditorium Tonasa, Desa Biring Ere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, 25-27 Agustus 2017.

Di Biring Ere ini, lanjut Nurhayati, dana yang diturunkan Kemendes PDTT berupa peningkatan kualitas dan kapasitas perempuan desa melalui sejumlah pelatihan yang mencakup 4 bidang: Kelembagaan, kesehatan, pendidikan (PAUD) dan ekonomi melalui kewirausahaan.

Upaya pemberdayaan ini bakal berjalan efektif, kata Nurhayati, karena Muslimat NU sudah hadir di 34 provinsi (pimpinan wilayah) dan 500 kabupaten/kota (pimpinan cabang) hingga ke luar negeri (pimpinan cabang istimewa).

Tradisi Keagamaan


PELAYANAN SOSIAL DASAR: Pengurus PP Muslimat NU usai pembukaan program Pusat Pembelajaran Pelayanan Sosial Dasar di Desa Biring Ere, Sulsel. | Foto: MNU Online

Dalam kesempatan tersebut, dia menekankan bahwa organisasi perempuan terbesar dengan jamaah sekitar 22 juta ini memiliki identitas sendiri yaitu Muslimat NU dengan Aswaja.

“Jangan terkecoh dengan organisasi lain yang hampir mirip namanya dengan Muslimat,” ucap istri Ketum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA itu.

Dalam keaswajaan, imbuhnya, Muslimat NU memiliki ciri sendiri dengan tradisi-tradisi keagamaan yang sudah dibangun oleh para pendiri NU sejak sebelum kemerdekaan.

(Baca: Di Setiap Daerah, Khofifah Tak Lelah Ingatkan Bahaya Narkoba)

“Dengan keterlibatan dalam Muslimat NU, ibu-ibu mendapat kebaikan positif yaitu dengan mengikuti majelis taklim secara teratur. Selain itu juga dapat bersilahturahim dengan ibu-ibu lainnya,” paparnya.

Dia menandaskan, sebagai organisasi resmi, Muslimat NU memiliki visi dan misi yang berfokus pada peningkatan kualitas perempuan dan keluarga Indonesia di masa depan.

Hadir dalam acara tersebut anggota DPR RI, Andi Jamaro Dulung dan Kepala Desa Biring Ere, Alam serta warga Muslimat NU setempat.• rizky

 

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super