Giliran PW dan Sembilan Cabang Muslimat NU Bali Dukung Khofifah

 PELANTIKAN: Ani Haniah, Muslimat NU butuh kaderisasi kepemimpinan tapi saat ini Khofifah IP masih dibutuhkan | Foto: MNU Online

DUKUNG KHOFIFAH: Ani Haniah, Muslimat NU butuh kaderisasi kepemimpinan tapi saat ini Khofifah IP masih dibutuhkan | Foto: MNU Online

MNU Online | DENPASAR – Sebagai organisasi besar Muslimat NU butuh kaderisasi kepemimpinan namun tidak serampangan. Terlebih mencari pemimpin mumpuni serta mampu menyatuh dengan ‘ruh’ organisasi tak bisa diciptakan secara instan.

Selama tiga periode, Muslimat NU di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa terbukti sukses luar biasa. Wajar jika PW (wilayah) dan PC (cabang) masih menghendakinya untuk kembali memimpin Banom perempuan NU dengan anggota sekitar 35 juta tersebut.

“Tentu Bu Khofifah tidak akan selamanya memimpin Muslimat NU, tapi saat ini beliau masih dibutuhkan dan belum ada pengganti sekaliber beliau. Apalagi tak ada yang dilanggar dalam AD/ART, tak ada batasan periodesasi,” kata Ketua PW Muslimat NU Bali, Ani Haniah, Rabu (16/11).

(Baca: PW Sulteng: Jabat Menteri, Perhatian Khofifah ke Muslimat NU Malah Lebih)

Karena itu, Ani menegaskan, PW dan sembilan PC Bali satu suara untuk meminta Khofifah kembali memimpin Muslimat NU saat Kongres ke-17 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 23-27 November nanti.

“Saya bicara begini karena permintaan PC. Kita bersyukur punya Bu Khofifah, aset besar Muslimat NU. Mudah-mudahan nanti aklamasi. Terlebih setelah jadi menteri, Bu Khofifah semakin membanggakan kami,” tandasnya.

Bagi Ani, Khofifah tak hanya sukses membesarkan Muslimat NU, tapi piawai membentuk pengurus yang andal dalam menjalankan tugas-tugas organisasi. “Saya melihat pengurus sangat bagus yang bisa menjalankan kebijakan Bu Khofifah,” katanya.

Selebihnya, di kongres nanti, dia akan menyampaikan dua persoalan sesuai dengan kondisi di wilayahnya. Pertama, terkait ekonomi kerakyatan agar diperkuat lagi. “Mungkin upaya menumbuhkan entrepreneurship lebih digencarkan,” katanya.

(Baca: Aktif Layani PC, Muslimat NU Jatim Tuntaskan Pendaftaran Kongres Sistem Online)

Terkait ekonomi kerakyatan ini, PW sudah melakukan upaya peningkatan kewirausahaan lewat kerjasama dengan BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) yang juga ada pemberian pinjaman modal bagi yang memerlukan.

“Per kabupaten kita mendidik mereka yang ingin punya usaha, menjadi entrepreneur. Mereka diajari mulai cara me-manage sebuah perusahaan hingga usaha yang bisa dikelola. Untuk sementara baru tiga cabang dan nanti secara keseluruhan akan dilakukan,” paparnya.

Selain BTPN, ada juga penawaran dari Universitas Warmadewa. “Mereka ada semacam pendidikan kewirausahaan. Saat pelatihan soal narasumber dan konsumsi mereka yang ditanggung semua,” jelasnya.

Kedua, terkait penanggulangan bahaya napza. “Ini kan soal masa depan bangsa. Kita perlu melakukan pencegahan, jangan sampai anak-anak menjadi korban,” katanya. • nur

Baca juga

Muslimat NU Kota Kediri Sambut Antusias Pelatihan Kebencanaan

MNU Online | KEDIRI – 100 anggota Muslimat NU Kota Kediri mengikuti kegiatan Penyebaran Informasi …

Watch Dragon ball super