Kabar Duka

Gus Lukman Berpulang, Muslimat NU Berduka


DEKAT DENGAN MUSLIMAT NU: KH Lukman Al Karim berbincang dengan Ketua V PP Muslimat NU, Nyai Hj Yenny Wahid saat malam ta’aruf Kongres XVII Muslimat NU. | Foto: MNU Online

MNU Online | MALANG – Innalillahi wainnailaihi rojiun. Salah seorang kiai panutan, pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Malang, Jawa Timur, KH Lukman Al Karim (Gus Lukman) wafat, Jumat (8/9) dinihari.

Kabar duka tersebut tersebar melalui pesan singkat di aplikasi chatting WhatsApp (WA) dan dibenarkan sejumlah pihak yang dekat dengan almarhum. Dalam pesan tersebut diberitahukan bahwa Gus Lukman berpulang sekitar pukul 02.10 WIB di Rumah Sakit Persada Malang.

“Benar, saya dapat info langsung dari keluarga Gus,” kata Sekretaris PW Muslimat NU Jatim, Mariyam Baharuddin SH sambil mengirim foto suasana shalat jenazah pagi ini di masjid kompleks Ponpes Bahrul Maghfiroh.

(Baca: Mertua Khofifah Berpulang, Muslimat NU se-Indonesia Berbelasungkawa)

Selama ini, Gus Lukman memang dikenal dekat dan banyak memberi support terhadap Muslimat NU. Begitu mendengar kabar duka tersebut, grup-grup Muslimat NU di WA pun banjir ucapan belasungkawa.

“Semoga Gus Luk mendapat tempat yang mulia di sisi Allah Swt. Alfatihah,” tulis Ketua I PP Muslimat NU, Dr Hj Sri Mulyati MA. “PW Muslimat NU Jabar turut berdua sedalam-dalamnya,” timpal Ketua PW Muslimat NU Jawa Barat, Dra Hj R Ella M Girikomala MMPd.


SHALAT JENAZAH: Suasana shalat jenazah di masjid kompleks Ponpes Bahrul Maghfiroh, Jumat (8/9). | Foto: MNU Online

Saat kabar ini beredar, sejumlah kerabat, santri maupun alumni langsung bergegas menuju Persada Hospital. Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, Ade Herawanto yang selama ini dekat dengan Gus Lukman, turut menjemput jenazah dari rumah sakit.

(Baca: Kenang Perjuangan Kiai Hasyim, Mata Khofifah Berkaca-kaca)

Rencananya, jenazah putra KH Abdullah Fattah bin Mbah Daim Jcitranegara itu akan dimakamkan pagi ini di kompleks pesarean Ponpes Bahrul Maghfiroh.

Gus Lukman lahir pada 21 Mei 1964. Semasa hayat pernah nyantri di sejumlah Ponpes ternama, salah satunya di Tebuireng, Jombang. Saudara kandung rektor ke-12 Universitas Brawijaya Malang, Prof Mohammad Bisri itu lantas mendirikan Ponpes Bahrul Maghfiroh.• nur

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super