Kisah dari Tanah Suci (2)

Hadiah Potongan Kiswah Ka’bah dan Pemakaian Imamah


POTONGAN KISWAH KA’BAH: Ketum Hj Khofifah IP mendapat hadiah potongan kiswah ka’bah dari Sayyid Alawy. | Foto: MNU Online

MNU Online | MAKKAH – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi mendapat sambutan istimewa saat berkunjung ke kediaman Sayyid Alawy bin Sayyid Abbas Al Alawy Al Maliki Al Hasany.

Selain mendapat petuah dan doa, di kediaman ulama besar Makkah yang memiliki banyak santri di Indonesia itu, Khofifah bersama putra bungsunya, Ali Mannagalli dan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur, KH Asep Saifuddin Chalim dijamu makan dengan tradisi Arab Saudi.

Ditemani Sayyid Hisyam, kakak Sayyid Alawy, mereka duduk di lantai beralas karpet, lalu bersama-sama makan menggunakan loyang besar. Sungguh, suasana kekeluargaan sangat terasa, apalagi Khofifah memang memiliki hubungan spesial dengan keluarga ulama besar tersebut.

(Baca: Indahnya Berbagi Mukena untuk Calhaj asal Myanmar)

Tak cukup jamuan makan, Khofifah juga mendapat hadiah istimewa dari Sayyid Alawi berupa potongan kiswah ka’bah peninggalan ayahnya, Sayyid Abbas yang menurutnya didapat langsung dari pemilik kiswah.

Sementara putra bungsu Khofifah yang tahun ini turut menunaikan ibadah haji, Ali Mannagalli diberi imamah dengan tanda diberi surban yang dibulatkan di kopyahnya.

Simbol Kesalehan


PEMAKAIAN IMAMAH: Sayyid Alawy memakaikan imamah kepada putra bungsu Hj Khofifah, Ali Mannagalli. | Foto: MNU Online

Apa makna pemakaian imamah? Dalam salah satu hadits diriwayatkan, memakai imamah hukumnya sunah. Dengan memakai surban penutup kepala laki-laki tersebut, membuktikan keseriusan seseorang untuk meraup sebanyak-banyaknya peluang pahala.

Dengan demikian, pemakai imamah adalah orang yang harus konsisten menjaga simbol-simbol agama dan kesalehan, karena telah memilih jalan menjadi manusia istimewa di hadapan Allah Swt.

(Baca: Khofifah Minta Ulama Makkah Doakan Indonesia dan Bantu Muslim Rohingya)

Seseorang yang memakai imamah harus mendapatkan restu dari guru yang mengajarkannya. Seperti Abdurrachman bin Auf yang dipakaikan imamah secara langsung oleh Rasulullah Saw (HR Abu Dawud: 4081). Tidak sekadar memakai sesuka hati dan kemudian melepaskan sesuka hati pula.

Bahkan di kalangan orang-orang saleh terdahulu, imamah menunjukan kedalaman ilmu seseorang. Setiap lipatan dan model imamah yang dipakai menyesuaikan disiplin ilmu yang mereka kuasai.• nur

Baca juga

JANGAN BERHENTI DI LEVEL GUBERNUR: KH Said Aqil Siroj, kader-kader terbaik NU harus menjadi penentu kebijakan nasional. | Foto: MNU Online

Ketum PBNU: Sukses Kader Terbaik NU Jangan Berhenti di Level Gubernur

MNU Online | JAKARTA – Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA …

Watch Dragon ball super