Silaturahim & Ceramah Agama

Hadir di Kediri, Khofifah Disambut Ribuan Santri


CERAMAH AGAMA: Ketum Hj Khofifah memberikan ceramah agama di Ponpes Al Hikmah, Purwoasri, Kabupaten Kediri. | Foto: MNU Online

MNU Online | KEDIRI – Magnet Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi sungguh luar biasa. Hadir di Pondok Pesantren Al Hikmah, Purwoasri, Kabupaten Kediri untuk silaturahim dan memberikan ceramah agama, Selasa (18/4) malam, Khofifah disambut ribuan santri.

Para santri, terutama putri, tak hanya antusias mendengarkan ceramah, bahkan berebut salaman usai acara. Alhasil Khofifah ‘tenggelam’ dalam lautan putih, karena malam itu seluruh santri putri masih mengenakan mukenah usai melaksanakan shalat isya’ berjamaah.

(Baca: Kades Sambut Hangat Muslimat NU Kawal Dana Desa, Asal..)

Dalam ceramahnya, Khofifah menuturkan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan kalangan pesantren dan Nahdlatul Ulama terkait kemiskinan. Terlebih masyarakat miskin di Jatim moyoritas warga NU yang di dalamnya Muslimat NU.

“Sore tadi saya melakukan pencairan bansos buat fakir miskin di Tulungangung. Saya cek dengan mengajak mereka membaca burdah dan 99 persen hafal. Kalau hafal burdah insyaallah ya NU, ya Muslimat NU,” katanya.

Hal sama dilakukan Khofifah di Trenggalek, Ponorogo dan Madiun, ternyata yang tidak berkerudung pun bisa baca burdah.

“Saya ajak baca shalawat, ya nyambung, ghoyahnya juga bagus. Nah, karena penerima bansos ibu-ibu, maka yang fuqara dan masakin ya insyaallah mereka Muslimat NU,” tandasnya.


BEREBUT SALAMAN: Ribuan santri berebut salaman dengan Ketum Hj Khofifah usai memberikan ceramah agama di Ponpes Al Hikmah. | Foto: MNU Online

Tak hanya di Jatim, hal sama juga ditemui Khofifah di di luar negeri. Salah satunya di Taiwan. Saat Khofifah diundang Asosiasi Muslim China di Taiwan, ternyata para TKW juga fasih bershalawat. “Ini PR kita dan yag paling berat memang digoda kemiskinan,” ujarnya.

(Baca: Ada Doa untuk Korban Longsor Ponorogo di Harlah Muslimat NU)

Karena itu, Khofifah mengajak santri dan para orang tua agar tidak hanya mementingkan ilmu agama tapi juga umum, terutama STEM (Science, Technology, Engineering and Math/Economic). Yakni penguasaan di bidang sains, teknologi, teknik dan matematika — di dalamnya termasuk ekonomi.

“STEM itu juga harus pula dikuasai para santri agar bisa memanfaatkan apa yang Allah Swt berikan pada kita, pada bangsa ini, terutama sumber alam yang melimpah,” katanya.• nur

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super