Silaturahim PCMNU Aceh Tengah

Hati-hati, Revolusi Digital Bisa Gerogoti Amal Kebaikan


SILATURAHIM: Ketum Hj Khofifah IP bersilaturahim dengan pengurus PC Muslimat NU Aceh Tengah. | Foto: MNU Online

MNU Online | TAKENGON – Di sela kunjungan kerja (kunker) sebagai Menteri Sosial, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi selalu menyempatkan diri bertemu dengan pengurus Muslimat NU di daerah yang dikunjunginya.

Saat kunker di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (14/1), usai pagi hari menyerahkan bantuan sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH), rastra, anak berprestasi serta mengunjungi anak-anak Panti Asuhan Budi Luhur, malam harinya Khofifah bersilaturahim dengan pengurus PC Muslimat NU Aceh Tengah.

Dalam pertemuan yang digelar di teras rumah dinas bupati Aceh Tengah tersebut, Khofifah tak henti-hentinya mengingatkan warganya agar mengambil hal positif dari perkembangan revolusi digital.

Salah satunya dalam pemanfaatan media sosial (mensos) yang bisa mempengaruhi apa saja, siapa saja dan dimana saja. Warga Muslimat NU diminta hati-hati karena tanpa disadari viral ujaran kebencian (hate speech) bisa dilakukan siapa saja.

(Baca: Apa yang Dicari Ibu-ibu dengan Ber-Muslimat NU? Ini Jawabannya)

Termasuk belakangan ini viral yang menyudutkan Presiden Joko Widodo terkait organisasi terlarang. “Tiba-tiba dari ranting-ranting tanya, apa betul Bu? Saya ini sering kali mengingatkan, hati-hati kalau nge-share, nge-forward. Cek, cek, cek. Tabayyun, tabayyun, tabayyun,” katanya.

“Jangan merasa pokoknya di-share, ternyata isinya fitnah. Padahal kita sedang puasa lalu kita kirim fitnah lagi, coba, kan luar biasa itu.”

Khofifah meminta jika ada info yang masih ‘mentah’ jangan mudah di-share karena banyak sekali pola-pola setengah sampai fitnah betul, bahkan provokasi yang bertebaran di smartphone. Kalau kita ikut larut, katanya,  malah bisa melunturkan pahala.

“Bayangkan, berita yang tidak benar di-share ke-10 orang. Dari yang 10 itu di-share lagi ke-100 orang, begitu seterusnya, bahkan sampai se-Indonesia raya. Kalau nggak hati-hati, nggak tabbayun, ini akan menjadi sumber fitnah dan menggerogoti amal kita,” jelasnya.

Itulah mengapa hate speech dihukumi haram ketika Kongres XVII. “Ibu-ibu mari kita menjaga diri, menjaga anggota keluarga kita karena revolusi digital memang luar biasa,” tandasnya.• aks

Baca juga

KAJIAN KEISLAMAN: Hidmat MNU menggelar tahlil dan mudzakaroh dengan tema TPPO di Kantor Baru PP Muslimat NU, Jakarta Selatan, Minggu (14/1) malam. | Foto: MNU Online

Hidmat MNU Kaji TPPO dari Sudut Pandang Islam

MNU Online | JAKARTA – Persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) menjadi perhatian serius Himpunan …

Watch Dragon ball super