Home » WARTA »


Ibu Sosok yang Layak Perangi Terorisme

JAKARTA-Ibu diharapkan lebih berperan dalam meluruskan pemikiran radikal atau deradikalisasi anak kandung atau anak didik. Pasalnya, ibu dinilai memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan bapak atau pemuka agama.

Mahfudoh Ali Ubaid, Ketua PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), menjelaskan, ibu memiliki sensitivitas yang lebih tinggi untuk mendeteksi perubahan perilaku dan pola pikir anak. Jika anak mulai berubah, ibu dapat segera meluruskan sehingga pemahaman radikal tidak berkembang.

Selain itu, kata Mahfudoh, kedekatan ibu dengan anak dapat membuat anak lebih nyaman menyampaikan keluhan atau masalah.
“Karena, ibu memiliki ikatan emosional yang sangat dalam, mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, hingga mengasuh anak,” kata Mahfudoh saat membuka workshop “Deradikalisasi Agama Berbasis Kiai/Nyai dan Pesantren” di Jakarta, Sabtu (3/12/2011).


Workshop yang diikuti para pengurus NU pusat dan wilayah serta pimpinan pondok pesantren itu digelar bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraoj mengatakan, pengetahuan mengenai radikal untuk orangtua penting lantaran saat ini banyak yayasan Islam di sejumlah daerah yang mengajarkan radikalisme kepada anak-anak muda.

“Mereka mengatasnamakan Islam untuk melakukan tindakan yang tidak Islami. Di Islam tidak boleh ada kekerasan dalam agama. Kami NU tidak satu pun yang terlibat teroris. Kalau terlibat teroris, bukan NU,” kata Said.

Kepala BNPT Arsyad Mbai menjelaskan, kelompok radikal menyebarkan berbagai pemahaman sesat, seperti jihad hanya dengan berperang, umat Muslim wajib mewajafkan nyawa dan hartanya sampai semua orang kafir terusir dari bumi, membenarkan merampok untuk mendanai jihad, dan melakukan teror.
“Biar 1.000 ulama kita berbicara, mereka tidak mau mendengarkan. Yang mereka dengar hanya ulama-ulama yang sedang berjihad di medan perang, seperti Osama bin Laden,” kata Mbai.

Untuk itu, lanjut Mbai, para kiai, nyai, ulama, dan pimpinan pondok pesantren diharapkan dapat menjadi pihak terdepan melakukan deradikalisasi dengan pendekatan agama. Kcm/mil

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super