Ilmu Bisa Didapat dari Guru, Keikhlasan Kiai Kunci Keberhasilan Santri

 SILATURAHIM KE PESANTREN: Khofifah IP saat silaturahim dengan keluarga besar Ponpes Annuqoyah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura. | Foto: MNU Online

SILATURAHIM KE PESANTREN: Khofifah IP saat silaturahim dengan keluarga besar Ponpes Annuqoyah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura. | Foto: MNU Online

MNU Online | SUMENEP – Khofifah Indar Parawansa speechless. Di tengah riuh sambutan ribuan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqoyah, sesekali ketua umum PP Muslimat NU itu menengadahkan kepala. Sejurus kemudian tertunduk dengan mata terpejam sambil mengela napas cukup dalam.

Ada apa dengan Khofifah? “Kalau saya melihat ke atas sebenarnya lebih pada mensyukuri karena Allah Swt anugerahkan Ponpes Annuqayah seperti sekarang ini (memiliki ribuan santri),” katanya saat silaturahim dengan keluarga besar Ponpes Annuqoyah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Minggu (30/10).

Turut mendampingi Khofifah, Nyai Hj Juwairiyah Fawaid As’ad Syamsul Arifin dan Nyai Hj Rizkiyah (Sumenep).

“Pada saat yang sama, sebenarnya hati saya menunduk ke bawah karena melihat keikhlasan para kiai dan ibu nyai, muassis Ponpes Annuqayah yang luar biasa. Bersyukurlah santriwati yang menimbah ilmu di sini.”

(Baca: Apapun Mata Pelajarannya, Guru NU Wajib Jadi Speaker Ajaran Aswaja)

Bagi Khofifah, ilmu bisa diperoleh dari ustadz maupun ustadzah. Tapi keikhlasan para kiai, ibu nyai dan para muassis yang membuat Annuqoyah menjadi Ponpes besar dengan ribuan santri.

“Tetesan keberkahan itulah yang insyaalah akan mengantarkan para santriwati untuk melanjutkan masa depan lebih baik,” ujarnya.

Jika sekarang, lanjut Khofifah, para santriwati mendapat ijazah (wirid) dari kiai A atau B, maka kita semua tak akan pernah tahu kapan akan memetik buah dari amalan yang dilakukan.

“Tetapi keikhlasan mengikuti jejak para kiai dan ibu nyai, insyaallah suatu saat kita semua akan memetiknya meski tahu kapan, dimana dan dalam bentuk apa,” katanya.

 SILATURAHIM KE PESANTREN: Ribuan santriwati Ponpes Annuqoyah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, menyambut kehadiran Khofifah IP. | Foto: MNU Online

SAMBUTAN LUAR BIASA: Ribuan santriwati Ponpes Annuqoyah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, menyambut kehadiran Khofifah IP. | Foto: MNU Online

Khofifah bahkan sudah merasakan keikhlasan dan keberkahan kiai dan ibu nyai yang mengiringi perjalanan karirnya.

Tak ada yang bisa memperediksi perjalanan anak kampung dari keluarga biasa-biasa saja, bukan putri kiai, jenderal atau guru besar, tapi bisa dua kali menjadi menteri di kabinet berbeda (KH Abdurrahman Wahid/Gus Dur dan Joko Widodo).

“Saya melihat ada proses panjang yang saya tak tahu itu semua buah ijazah dari ibu nyai mana. Ketika diberi ijazah saya hanya berusaha istiqomah melakukan amalan itu. Saya tidak pernah bermimpi bahwa suatu saat anak kampung ini ternyata diberi Allah anugerah yang luar biasa,” tuturnya.

(Baca: Silaturahim ke Ponpes Darussalamah, Khofifah Motivasi 1200 Santri)

Di kabinet Gus Dur, Khofifah bahkan diberi kepercayaan menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan merangkap kepala BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Hal yang ‘tak lazim’ karena selama ini kepala BKKBN selalu dijabat seorang dengan latar belakang dokter.

“Tapi pikiran Gus Dur beda. BKKBN tidak hanya mengurusi alat kontrasepsi. Lebih dari itu, punya tugas bagaimana membangun keluarga maslahah, sakinah yang tak semata-mata ditentukan alat kontrasepsi,” katanya.

Jadi, kata Khofifah, kiai dan para ibu nyai sudah memberikan keikhlasan luar biasa, kini tinggal kesungguhan dan istiqomah yang harus dilakukan para santri dan santriwati.

“Kita sering mendengar addunya mazra’atul akhirah (dunia adalah sawah-ladangnya akhirat). Maka pada posisi seperti ini mari kita berhitung waktu kita dalam sehari berapa jam untuk tidur, mengaji, sekolah, istirahat dan seterusnya. Apa yang kita tanam hari ini, itulah yang akan kita petik di kemudian hari,” ujarnya. • nur

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super