Pengajian Bulanan PWMNU DKI

Imam Besar Masjid Istiqlal: Rahim Ibu Miniatur Surga bagi Janin

 CERAMAH AGAMA : Prof Dr KH Nazarudin Umar MA mengisi ceramah agama dalam pengajian bulanan PW Muslimat NU DKI | Foto: PWMNU DKI

CERAMAH AGAMA : Prof Dr KH Nazarudin Umar MA mengisi ceramah agama dalam pengajian bulanan PW Muslimat NU DKI | Foto: PWMNU DKI

MNU Online | JAKARTA – Sepanjang doa khotmil Qur’an dibacakan, Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga guru tetap pada pengajian PW Muslimat DKI Jakarta, Prof Dr KH Nazarudin Umar MA terlihat khusyuk mengamini doa.

“Jika ibu-ibu memahami doa tadi, doa yang mempunyai makna sangat dalam,” katanya mengawali ceramah agama saat pengajian bulanan yang digelar PW Muslimat NU DKI Jakarta di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Sabtu (24/12).

Selebihnya, Prof Nazarudin menjelaskan tentang kehidupan manusia yang mengalami tiga kelahiran: biologis, psikologis dan spiritual. Sedangkan kehidupan diawali dari janin dalam rahim ibu.

Menurutnya, saat seorang ibu hamil tua hendaknya janin di kandungan diperdengarkan musik yang lembut. Bukan sebaliknya disuguhi kata-kata kasar atau pertengkaran. Sebab, janin itu bersih dari dosa. Hidupnya pasrah atau yang disebut tafwidh.

(Baca: Muslimat NU Bukan Parpol, Pilihan Diserahkan ke Masing-masing Jamaah)

“Kalau pasrahnya orang dewasa disebut tawakal,” tegasnya. “Karena itu dianjurkan bagi ibu yang hamil tua agar membaca surat Maryam dan bapaknya membaca surat Yusuf.”

Rahim ibu, lanjutnya, adalah miniatur surga bagi janin. Makanya dia tidak pernah kecewa, menangis, kedinginan ataupun kepanasan karena berada dalam surga.

Mengapa disebut miniatur surga? Secara harfiah rahim artinya penyayang. Rahim adalah salah satu dari 99 Asmaul Husna, wazan (timbangan, ilmu shorof, red) dari fa’illun yang artinya Maha Penyayang. “Makanya rahim ibu disebut miniatur surga,” jelasnya.

“Karena itu bersyukurlah, berbanggalah jadi ibu. Sabda Rasulullah Saw: Al jannatu tahta aqdamil ummahat. Surga ada di bawah telapak kaki ibu, bukan bapak, karena bapak tidak punya rahim.”

Sifat Uluhiyah

 PENGAJIAN RUTIN: Warga Muslimat NU DKI Jakarta menghadiri pengajian bulanan yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi. | Foto: PWMNU DKI

PENGAJIAN RUTIN: Warga Muslimat NU DKI Jakarta menghadiri pengajian bulanan yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi. | Foto: PWMNU DKI

Prof Nazarudin bahkan menegaskan, 80 persen Asmaul Husna adalah sifat-sifat keibuan dan 20 persen lainnya sifat kebapakan. “Ibnu Aroby mengatakan: Siapa yang ingin mendekati sifat-sifat Allah, maka dia harus bersifat perempuan,” katanya.

Kata ar-Rahim, paparnya, di dalam Al Qur’an disebut sebanyak 114 kali, sedangkan kata ar-Rahman 57 kali.

“Jadi yang bisa menyerupai sifat Tuhan sebetulnya perempuan,” tandasnya. “Karena itu ibu mempunyai sifat uluhiyah (ketuhanan) dibanding laki-laki.”

(Baca: Lewat Orientasi dan Raker, Muslimat NU DKI Rumuskan Program Kerja)

Dia lantas menyitir hadits tatkala Nabi Muhammad Saw ditanya salah seorang sahabat, “Kepada siapa aku berbakti?”. Nabi Saw menjawab, “Ibumu!” sampai tiga kali. Ketika ditanya untuk kali keempat, Nabi Saw baru menjawab, “Bapakmu!”.

“Bersyukurlah sebagai perempuan. Ibu punya kekuatan super emosional. Makanya di majelis taklim yang hadir banyak perempuan karena panggilan agama lebih sensitif bagi perempuan ketimbang laki-laki,” tuntasnya.• nur

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super