Rapat Pimpinan Nasional

Inilah Tujuh Hal yang Dibutuhkan Warga Muslimat NU


PBNU APRESIASI MUSLIMAT NU: KH Abdul Manan Ghani, PBNU mengapresiasi Muslimat NU karena program-programnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan warganya. | Foto: MNU Online

MNU Online | BOGOR – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani mengajak pengurus Muslimat NU agar tak henti membuat program yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan warganya.

Apa kebutuhannya? “Kita bisa merekam lewat munajatnya, doa-doanya, supaya penyapaanya di situ,” katanya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/3).

Menurut Kiai Manan, lewat pertemuannya dengan warga dari Sabang sampai Merauke, dia menyimpulkan inilah tujuh keinginan warga Muslimat NU: Allahumma inni as’aluka salamatan fiddin, wa afiyatan fil jasad, waziyadatan fil ilmi, wabarokatan fir rizqi, wataubatan qoblal maut, warahmatan ‘indal maut, wa maghfirotan ba’dal maut.

(Baca: Rapimnas Muslimat NU Dibuka Ketua PBNU, Dimeriahkan Acil Bimbo)

Pertama, salamatan fiddin. Maknanya harus menanamkan akidah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). “Bagaimana ibu mengarahkan anak-anaknya, generasi kita supaya selamat akidahnya, akhlaknya amaliyahnya,” terangnya.

“Dan ingat, ibu itu madrasah pertama. Seorang anak jadi NU atau lainnya, ibulah yang menentukan karena kullu mauludin yuladu ‘alal fitrah,” katanya.

Kiai Manan mencontohkan dirinya jadi NU karena ibunya Muslimat NU. “Kemana-mana nggak punya KTP, yang dipunyai kartu Muslimat NU. Ibu saya itu pedagang ‘Palugada’: Apa yang elu minta gua ada,” selorohnya disambut ger-geran peserta Rapimnas.

Kedua, waafiyatan fil jasad. Muslimat NU perlu secara bersama-sama menciptakan agar anak cucunya menjadi generasi yang sehat. “Jangan sampai gizinya buruk, karena sampai saat ini gizi buruk dimana-mana masih melanda warga NU,” ujarnya.

(Baca: Rapimnas Diawali dengan Malam Ta’aruf dan Qiyamul Lail)

Ketiga, waziyadatan fil ilmi. “Mendirikan PAUD, TK/RA dan sebagainya itu sudah tepat dan semoga bisa ditingkatkan. Terima kasih Muslimat NU.”

Keempat, wabarokatan fir rizqi. Soal pemberdayaan ekonomi, Kiai Manan menilai Muslimat NU sudah mengawali lebih hebat daripada yang lain, dari LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama) misalnya.

“Koperasi Annisa yang didirikan Muslimat NU saya kira juga lebih baik dari koperasi yang didirikan Syirkah Muawanah,” tambahnya.


TETAP CERIA: Peserta Rapimnas Muslimat NU tetap ceria dan kidmat menyimak acara di tengah agenda yang padat. | Foto: MNU Online

Kelima, wataubatan qoblal maut. “Ini butuh peranan bimbingan konseling dari ibu-ibu agar anak-anak kita yang kebetulan hari ini lepas dari bimbingan, bisa kembali.”

Keenam, warahmatan ‘indal maut. Apa ini programnya? Program sosial. Menurut Kiai Manan, banyak ibu-ibu Muslimat NU di Jakarta, begitu meninggal, ‘berubah’ menjadi warga Ormas keagamaan lainnya hanya karena Muslimat NU nggak punya ambulans.

(Baca: Dua Menteri Isi Materi Rapimnas Muslimat NU)

Ketujuh, wa maghfirotan ba’dal maut. Mendoakan orang-orang terdahulu yang lebih dulu meninggal. “Jadi program amaliyah NU harus tetap dikuatkan, dikokohkan. Itu dari sisi pelayanan kita, baik NU maupun Muslimat NU,” tandasnya.

Selain ketuju hal tersebut, Kiai Manan menambahkan Muslimat NU perlu melakukan pembelaan, keberpihakan atau advokasi.

“Saya kira Ibu Khofifah sudah sering memberikan advokasi terkait anak-anak korban kekerasan keluarga dan sebagainya, dan hendaknya ibu-ibu Muslimat NU semakin peduli dengan anak-anak kita di lingkungan masing-masing,” paparnya.• nur

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super