Haflah Akhirussanah

IP Tinggi Tak Cukup, Bekali Anak Didik dengan Hubbul Wathan Minal Iman


HAFLAH AKHIRUSSANAH: Ketum Nyai Hj Khofifah IP memberikan taushiyah saat haflah akhirussanah yang digelar Yayasan Pendidikan Ma’arif NU Hidayatus Salam, Gresik. | Foto: MNU Online

MNU Online | GRESIK – Menilik fungsi pendidikan, menyiapkan anak didik agar meraih Indeks Prestasi (IP) tinggi wajib dilakukan. Sebab, kompetisi dan daya saing di era sekarang dari hari ke hari menuntut kualifikasi yang tinggi.

Tapi bagi Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi, IP tinggi saja tidak cukup. Hari ini yang jauh lebih dibutuhkan adalah peran kiai NU serta mendapatkan guru yang benar dalam konteks tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu agama).

“Kalau sekadar belajar, saat ini semua orang bisa berguru pada gadget,” kata Khofifah saat menghadiri Haflah Akhirussanah yang digelar Yayasan Pendidikan Ma’arif NU Hidayatus Salam di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (6/7).

(Baca: Khofifah dan Cerita Keagungan di Kompleks Makam Sunan Ampel)

Acara ini sekaligus dirangkai dengan halal bi Halal, silaturahim PC Muslimat NU Gresik serta peletakan batu pertama pembangunan gedung Islamic Boarding School. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Gresik Sambari Halim Rudianto, beberapa anggota DPRD Gresik serta Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar.

“Orang bikin bom itu lho belajarnya cuma dari HP, internet atau laptop. Dari perangkat itu mereka bisa mengetahui jejaring, mengajak orang untuk membunuh, anti negaranya, anti Pancasila,” papar Khofifah.

Akibatnya, negara yang semula dalam konsisi damai, aman dan tenteram berubah menjadi penuh ancaman dari kelompok tertentu, di antaranya memakai bendera Islamic State of Iraq (ISIS).


AJANG SILATURAHUM: Ketum Nyai Hj Khofifah IP didampingi Bupati Halim Rudianto dan Ketua PC Muslimat NU Gresik, Hj Nafiatus Sa’adah | Foto: MNU Online

Terbaru, 30 Juni lalu, dua nggota Polri menjadi korban penyerangan teroris usai shalat isya’ di Masjid Masjid Falatehan, Jakarta Selatan. Saat berdzikir, dengan dua tangan masih menegadah berdoa kepada Allah Swt, tiba-tiba ada seseorang yang membawa sangkur sambil berteriak: Kamu Thogut, kamu kafir kenapa shalat di masjid.

“Kebayang nggak, ini lho shalat di masjid kok dibilang kafir. Terus yang tidak shalat bagaimana?” katanya.

(Baca: Di Penghujung Ramadhan, Muslimat NU Gelar Pasar Murah di Sejumlah Wilayah)

Agar tak termakan rayuan kelompok yang ingin meruntuhkan NKRI, maka para pimpinan NU, lembaga ma’arif maupun Muslimat NU tak cukup hanya menyiapkan anak didiknya dengan IP yang tinggi. “Tapi bekali mereka dengan hubbul wathan minal iman (mencintai tanah air bagian dari iman),” tandasnya.

Penekanan Khofifah pada penguatan membangun ukhuwah wathaniyah, karena di NU basis ukhuwah islamiyah maupun ukhuwah insaniyah sudah sangat kuat. “Karena itu bagaimana sekarang NU mendesiminasikan ukhuwah wathaniyah,” ujarnya.• nur

Baca juga

Khofifah: Jangan Biarkan Investasi Akhirat Tergerus Lewat Handphone

MNU Online | TANGSEL – Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar …

Watch Dragon ball super