Pelantikan & Harlah ke-71 Muslimat NU

Istri Rais Aam PBNU dan Imam Besar Masjid Istiqlal Masuk Kepengurusan


PELANTIKAN: Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj melantik pengurus PP Muslimat NU masa khidmat 2016-2021 di Masjid Istiqlal, Selasa (28/3). | Foto: MNU Online

MNU Online | JAKARTA – Air mata Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi tak terbendung. Mengalir deras membasahi pipinya saat pembacaan shalawat yang dipimpin KH Lukman Al Karim bin Abdullah Fattah mengiringi pelantikan pengurus Pimpinan Pusat Muslimat NU (PPMNU) masa khidmat 2016-2021 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (28/3).

Sejurus kemudian, Ketua PBNU Dr KH Marsudi Syuhud naik ke mimbar untuk membacakan keputusan PPMNU Nomor 001 SK/A/PPMNU/XII/2016 tentang susunan pengurus yang telah disahkan oleh PBNU pada 24 Maret 2017. Dilanjut pelantikan yang dilakukan Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA.

Sebelum Kiai Said melantik, terlebih dahulu dia bertanya, “Apakah ibu-ibu siap jadi pengurus?” katanya yang dijawab koor “Siap!”. Sekali lagi Kiai Said bertanya, “Apakah ibu-ibu siap jadi pengurus? Tanpa honor?” Kembali dijawab koor: Siap!.

(Baca: Cucu Pendiri NU Jabat Sekum, Putri Gus Dur di Jajaran Ketua)

Menilik susunan pengurus, di periode ini terdapat sejumlah wajah baru, istri tokoh NU. Di antaranya istri Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Nyai Hj Wuri Estu Handayani Ma’ruf Amin yang menempati posisi dewan penasihat.

“Kita memang sudah mohon izin Kiai Ma’ruf sejak Kongres XVII waktu beliau hadir di penutupan. Waktu sowan juga begitu, kita mohon izin untuk mengajak Bu Nyai Ma’ruf masuk ke dalam susunan PP, dan tadi saat pelantikan datang,” kata Khofifah usai pelantikan pengurus dan Harlah ke-71 Muslimat NU.

Di periode kepengurusan kali ini, lanjut Khofifah, yang mengizinkan istrinya menjadi pengurus PPMNU agak banyak. Salah satunya Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr Nasaruddin Umar MA.

“Dulu beliau (Prof Nasaruddin) kan katib aam PBNU, sekarang imam besar dan istrinya baru diizinkan. Begitu juga istrinya Ketua PBNU, Dr KH Marsudi Syuhud,” terang Khofifah.

Tak Otomatis Harian


PELANTIKAN: Ketum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa melantik Laskar Anti Narkoba Muslimat NU. | Foto: MNU Online

Meski istri tokoh NU, keduanya tetap berangkat dari bawah dengan menempati posisi di bidang, tidak otomatis masuk ke pengurus harian.

“Di Muslimat NU nggak bisa ujug-ujug pengurus harian. Prosesnya memang panjang. Artinya kalau orang itu sudah pernah masuk pengurus harian, apalagi ketua, berarti sudah pernah masuk di jajaran sebelumnya. Kecuali dulu saya ketua bidang lompat ke ketua umum,” paparnya.

(Baca: Pensiun dari Pengurus Harian, Nyai Machfudhoh Pilih Konsentrasi di Dakwah)

Selain sejumlah istri tokoh NU, dua ‘darah’ muassis NU masuk di pengurus harian. Yakni cucu pendiri NU KH Abdul Wahab Chasbullah, drg Hj Ulfah Mashfufah M.Kes mendapat amanah sebagai sekretaris umum (Sekum) dari jabatan sebelumnya ketua bidang kesehatan.

Begitu juga Zanuba Arifah Chapsoh alias Yenny Wahid, putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang merupakan cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari menempati posisi ketua V, dari  jabatan sebelumnya sekretaris V.

Istri tokoh NU lainnya yang lebih dulu masuk jajaran ketua yakni  Nurhayati Said Aqil Siroj, istri KH Said Aqil Siroj dari ketua IV ke ketua II. Lalu Siti Aniroh Slamet Effendy Yusuf yang sebelum menjabat Sekum menjadi ketua IV.• nur

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super