Tabligh Akbar PCMNU Bulungan

Jaga Anak dari Gelombang ‘Kanan-Kiri’, Tanamkan Aswaja Sejak Dini


DOA BERSAMA: Ketum Nyai Hj Khofifah IP berdoa bersama anak-anak PAUD An Nuur Muslimat NU Kabupaten Bulungan, Kaltara. | Foto: MNU Online

MNU Online | BULUNGAN – Inilah pentingnya penanaman Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) sejak dini. Agar anak-anak mendapat konsumsi pemikiran yang kuat dalam membangun keseimbangan (tawasuth): Tidak terlalu ke ‘kanan’ atau kelewat ke ‘kiri’.

Apalagi dalam situasi sekarang, ada saja pihak yang sengaja membuat segala sesuatunya menjadi seram, heboh atau dibikin terlalu longgar.

“Apa-apa dibuat seram, ini haram, ini neraka,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU, Dra Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa MSi saat memberi ceramah pada tabligh akbar peringatan Tahun Baru Islam 1439 H yang digelar PC Muslimat NU Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (6/10).

(Baca: Peduli Rohingya, Muslimat NU Kirim Bantuan Uang untuk Sewa Lahan Bercocok Tanam)

Khofifah mencontohkan kelompok yang masih membid’ahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, qunut dan seterusnya. “Rasanya, hari ini kita sudah terlalu lelah mempersoalan qunut atau tarawih delapan dan 20 rakaat,” katanya.

“Atau kelewat longgar. Semua dibuat enggak apa-apa. Kawin sesama jenis dibilang nggak apa-apa, tanpa wali enggak apa-apa, karena saking enggak apa-apannya. Saking longgarnya.”

Bagi Khofifah, kelompok yang suka membuat seram atau tasahul (gampang memudahkan atau melonggarkan) ini menjadi PR kita bersama agar ditarik ke tengah pada bangunan keseimbangan.


KELUARGA MUSLIMAT NU: Ketum Nyai Hj Khofifah IP foto bersama guru dan anak-anak PAUD An Nuur serta pengurus PWMNU Kalatara dan PCMNU Bulungan. | Foto: MNU Online

“Saya ingin mengajak kita semua membangun kekuatan umat ini dengan baik. Kalaupun ada yang masih membid’ahkan, ajak mereka diskusi dan berdialog. Saya khawatir karena mereka tidak tahu kemudian membidahkan Maulid Nabi, tahlil dan seterusnya,” katanya.

(Baca: Baksos di Rumah Sakit, Muslimat NU Kaltara Jumpai Anak Kurang Gizi)

Karena itu, lanjut Khofifah, untuk menciptakan anak-anak ber-Aswaja yang benar dan kuat, maka guru-guru PAUD, TK, TPQ maupun RA perlu mendapat pembekalan yang utuh terkait karakter tawassuth, tawazun, i’tidal maupun tasamuh.

“Guru-guru PAUD harus punya bekal ilmu seperti ini. Di Muslimat NU harus ada kelompok pemikir yang terus mengasah pemahaman keislaman dan ke-NU-an,” tandasnya.• jey

Baca juga

BERPULANG: Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim wafat) di Jakarta, Kamis (8/3). | Foto: NU Online

Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, Mantan Ketum PP Muslimat NU Wafat

MNU Online | JAKARTA – Tepat di Hari Perempuan Internasional, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat …

Watch Dragon ball super