Ketua PWMNU Jateng: Jaga dan Pelihara Aset Muslimat NU

MNU Online | BREBES – Aset Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) yang tersebar di mana-mana hendaknya dilembagakan secara apik. Sehingga tidak terburai dan menjadi bahan rebutan atau bahkan sampai di bawah lari oleh pihak lain.

“Kita perlu jaga aset Muslimat NU dengan penguatan kelembagaan,” ujar Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Prov Jawa Tengah Prof Dr Hj Ismawati MAg saat menyampaikan sambutan Pelantikan Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kab. Brebes di Pendopo Kabupaten Brebes Ahad (19/12).

Aset yang tersebar itu, bisa dengan jalan numerisasi majelis taklim, yayasan, lembaga pendidikan, Badan Kejahteraan Muslimat NU (BKM) dan sebagainya. Misalkan TK Muslimat NU maka ditulis TK Muslimat NU 01 Brebes. Yayasan Jamiyah Darul Hadlonah 01, 02, 03 dan seterusnya.

“Selama ini, kita seakan membiarkan aset-aset Muslimat NU sehingga ada yang diakui menjadi milik pribadi ataupun dicaplok pihak lain,” ungkitnya.

Muslimat NU Brebes, kata Ismawati, menjadi contoh terbaik bagi Muslimat NU di wilayah Pantura. Untuk itu diharapkan bisa menjadi pelopor dalam penataan aset-aset milik Muslimat NU. Termasuk dalam menjalin jaringan dengan berbagai instansi sangat cantik dimainkan Muslimat NU Brebes. Sehingga ada yang beranggapan kalau menjadi pengurus Muslimat NU menjadi pegawai kantor.

“Pengurus Muslimat NU, seperti pegawai kantor karena sering mondar-mandir di berbagai kantor untuk meneguhkan kerja sama,” selorohnya.

Kerja sama dengan instansi pemerintah, lanjut Ismawati, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pemerintah Kabupaten Brebes. Termasuk menaati segala aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten. “Tidak ada sejarah kalau Muslimat NU menjadi pembangkang pemerintahan,” tegasnya.

Sementara Wakil Bupati Brebes H Agung Widiyantoro SH MSi dalam kata sambutannya menyampaikan penghargaan yang tinggi atas sumbansih Muslimat NU dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain itu, wabup, berharap agar Muslimat mampu menjadi organisasi yang mandiri. Banyak jalan yang bisa di tempuh oleh Muslimat untuk mencapai kemandirian. Pasalnya banyak peluang yang bisa dibangun.

Misalkan kebiasaan Nadhliyin yang sering berziarah dengan menabur bunga, bisa disediakan oleh Muslimat NU dengan menanam bunga. Sekuntum bunga mawar saja bisa dihargai berkisar antara 700 hingga 1500 rupiah. Bila warga Muslimat NU mampu menanam seribu bunga maka hasilnya bisa mencapai ratusan juta rupiah. “Pemerintah siap menyediakan bibit kalau Muslimat NU mau serius menanganinya,” tawar Agung.

Ketua PC Muslimat NU Dra Hj Nurhalimah mengajak kepada seluruh warga Muslimat untuk menjadi anggota yang AKIK. Yakni menjadi Muslimat NU yang aktif, Kreatif, Inovatif dan Komunikatif. Sebab menjadi pengurus dan anggota yang AKIK maka segala program akan bisa direalisasikan.

Ketua Panitia Penyelenggara Dra Hj Farikha melaporkan, dalam pelantikan ini juga serahkan secara simbolis beasiswa bagi 25 anak SD/MI dan SMP/MTs. Beasiswa juga akan diberikan di tiap-tiap Pengurus Anak Cabang (PAC) se Kabupaten Brebes. Acara pelantikan dimeriahkan dengan drum band wanita Muslimat NU Larangan dan Qosidah dari Bumiayu. ♦ nuo/mil

Baca juga

WAKAF DAN HIBAH: Seminar tentang nadzir dan keterkaitannya dengan wakaf serta hibah. | Foto: PWMNU Semarang

Nadzir Tonggak Utama dalam Pengelolaan Wakaf dan Hibah

MNU Online | SEMARANG – PW Muslimat NU Jawa Tengah, dalam rangka Harlah ke-72 Muslimat …

Watch Dragon ball super