Home » WARTA »


Janda muda dan mantan TKW jadi garapan Muslimat

kongres-muslimat-1JAKARTA-Muslimat Nahdlatul Ulama akan menggelar kongres ke-16 di Asrama Haji Bandar Lampung, 13-18 Juli mendatang. Melalui forum tertinggi tersebut, Muslimat akan kembali meneguhkan komitmennya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk memberdayakan para mantan TKW.

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, salah satu program prioritas Muslimat adalah memberi pelatihan ketrampilan (life skill) kepada anggotanya.

“Dari situ mereka diharapkan mampu meningkatkan taraf hidupnya. Ini terutama diprioritaskan kepada pemuda putus sekolah dan mantan TKW agar mereka bisa hidup sejahtera,” kata Khofifah dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (7/7).

Menurutnya, di beberapa daerah pengirim TKI, Muslimat NU membuat sejumlah program pasca menjadi TKI dengan mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK). Program tersebut  dilakukan agar setelah pulang dari kerja di luar negeri, mereka tidak perlu lagi menjadi TKW.


Dikatakannya, salah satu proyek Muslimat berada di Bulukumba Sulsel. Disana, mantan TKI dan TKW diajari bordir. Mereka juga langsung dikirim ke Kudus dan Tasikmalaya untuk melihat proses membuat industri maju.

“Kita tidak mengajari menjahit, tetapi membordir karena nilai tambah terbesarnya disitu. Jadi yang ikut program ini yang sudah bisa menjahit,” paparnya.

Ditambahkannya, Muslimat NU kini sudah memiliki sejumlah BLK di sejumlah daerah sebagai tempat pembelajaran. “Kita mengajari ibu-ibu catering dan manajemennya, bukan hanya memasak saja. Ini untuk mendorong mereka menjadi pengusaha,” jelasnya.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini mengaku prihatin dengan situasi Indonesia saat ini. Di satu sisi, pemerintah sudah mencanangkan industri kreatif, tetapi di sisi lain, masih mengirimkan Pembantu Rumah Tangga (PRT) ke luar negeri. “Kok bukan tenaga ahli bidang kreatif,” katanya.

Selain masalah TKW, Khofifah juga mengungkapkan banyaknya janda muda yang ditinggal suaminya dalam keadaan menanggung banyak biaya untuk menghidupi anak-anaknya.

“Dalam situasi seperti itu, Muslimat NU memberikan dukungan untuk memberdayakan potensi yang dimiliki sehingga bisa kembali bangkit menjalani kehidupan baru,” jelasnya.
Di Makassar Sulawesi Selatan, jelasnya, para janda muda ini diberdayakan dengan dilatih membuat seragam sekolah. Hal yang sama juga dilakukan di Jambi dengan melibatkan mereka pada industri pembuatan abon ikan patin. “Pada intinya adalah, bagaimana mereka mendapatkan pendapatan untuk menutup biaya hidup mereka,” jelasnya.mil

 

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super